Korupsi Proyek Dinas Pendidikan Rp 500 Juta, Bagus Bangun dan Dodi Asmara Hanya Dituntut 18 Bulan

Koruptor Dinas Pendidikan Senilai 500 Juta, Bagus Bangun dan Dodi Asmara Hanya Dituntut 18 Bulan

Korupsi Proyek Dinas Pendidikan Rp 500 Juta, Bagus Bangun dan Dodi Asmara Hanya Dituntut 18 Bulan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa korupsi proyek Dinas Pendidikan Binjai, Bagus Bangun (58) dan Dodi Asmara (36) sebesar sebesar Rp 499.143.300 dituntut 18 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua terdakwa kasus korupsi Dinas Pendidikan Kota Binjai, Bagus Bangun (58) dan Dodi Asmara (36) sebesar sebesar Rp 499.143.300 dituntut 18 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (15/4/2019).

Bagus merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Kota Binjai sedangkan Dodi merupakan Direktur CV. Aida Cahaya Lestari.

Keduanya dituntut secara terpisah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) A Ginting dari Kejari Binjai.

Bagus yang pertama dituntut tampak hanya bisa tertunduk sepanjang pembacaan dakwaan.

Sedangkan Dodi tampak lebih tegar dibandingkan Bagus, Dodi malah tampak akrab dengan kamera para wartawan yang coba mengabadikan. Sesekali bahkan ia melihat ke arah wartawan dan Jaksa.

Jaksa dalam tuntutannya tampak menuntut keduanya dengan pasal subsider yaitu dengan pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

"Menuntut dan menyatakan para terdakwa melakuakan tindak pidana korupsi dan terbukti melanggar pasal 3 Tahun 1999 UU Korupsi. Menuntut terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan dengan denda 50 juta subsider 3 bulan," terangnya.

Usai persidangan, terdakwa Bagus tampak terus menutupi wajahnya dari kamera awak media. Namun saat Tribun mencoba meminta konfirmasi terkait tuntutan tersebut dirinya mengungkapkan bahwa akan dipikirkan kembali.

"Masih pperlu dipikirkan lagi, karena uang korupsi sudah kami kembalikan sema," bebernya sambil digiring ke Rutan PN Medan.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Bresman Sialagan menyebutkan bahwa tuntutan tersebut sudah pas karena terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved