Kura-kura Yangtze Mati Setelah Jalani Inseminasi Buatan, Kini yang Tersisa 3 Ekor di Dunia

Hewan tersebut mati sekitar 24 jam setelah para pakar lokal dan internasional mencoba melakukan inseminasi buatan terhadapnya.

Kura-kura Yangtze Mati Setelah Jalani Inseminasi Buatan, Kini yang Tersisa 3 Ekor di Dunia
Wikipedia
Kura-kura tempurung lunak Yangtze yang amat langka. 

TRIBUN-MEDAN.com-Seekor kura-kura raksasa tempurung lunak Yangtze betina terakhir mati di China.

Media massa China menyebut, kematian kura-kura betina langka ini berpotensi memicu kepunahan spesies ini. Kura-kura betina ini, diyakini berusia 90 tahun, mati pada Sabtu (13/4/2019).

Hewan tersebut mati sekitar 24 jam setelah para pakar lokal dan internasional mencoba melakukan inseminasi buatan terhadapnya.

Harian Suzhou Daily mengabarkan, tak ada komplikasi apapun dari percobaan inseminasi buatan itu.

Namun, sebuah tim peneliti yang terdiri dari pakar lokal dan internasional akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Harian Suzhou Daily menyebut, para pakar mengumpulkan jaringan telur hewan tersebut dan akan disimpan untuk keperluan di masa mendatang.

Masyarakat Konservasi Alam Liar (WCS) menyebut kura-kura ini sebagai spesies yang terancam punah. Jumlah hewan ini menyusut tajam akibat perburuan dan kerusakan habitan mereka.

Setelah kura-kura betina itu mati, kini hanya tersisa tiga ekor hewan ini di seluruh dunia. Demikian Suzhou Daily.

Kebun binatang Suzhou memiliki satu ekor kura-kura Yangtze berkelamin jantan. Dua lainnya hidup di alam bebas Vietnam tetapi jenis kelaminnya tidak diketahui.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu Mati, Kura-kura Yangtze yang Langka Tersisa 3 Ekor di Dunia"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved