Pegawai Puskesmas Ini Bongkar Borok Atasan kepada Anggota DPRD Deliserdang

Ia menduga dirinya dipindahkan lantaran selalu bertentangan dengan Kepala Puskesmasnya, drg Sri Astuti Hariani.

Pegawai Puskesmas Ini Bongkar Borok Atasan kepada Anggota DPRD Deliserdang
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Farida Astuti Hariani (kanan), Pegawai Puskesmas datang ke kantor DPRD Deliserdang mengadukan nasibnya kepada Benhur Silitonga, Senin (15/4/2019). Ia juga turut menunjukkan berbagai dokumen. 

Disebut pada saat dirinya menjadi bendahara banyak kebijakan-kebijakan yang sebenarnya dikeluarkan oleh Kapusnya yang melanggar ketentuan.

Ia heran mengapa hal ini bisa lolos dari pengawasan Inspektorat Deliserdang.

"Kalau anggaran cair itu uang bisa dipotong sama Kapus mulai dari 6 sampai 10 persen. Kutanya kenapa gitu katanya untuk ke dinas agar kalau ada apa-apa bisa ikut membantu orang dinas. Saya bendahara tapi enggak pernah pegang uang. Mau beli apa-apa susah kali minta uangnya sama Kapus, ibaratnya kalau uang sudah cair, uang itu dikepit di sini (memperagakan diketiak) jadi susah ngambilnya. Ya kubilang memang sama dia (Kapus) kau sajalah yang jadi bendahara ini, kan enggak mungkin uangku yang keluar," kata Farida.

Ia menyebut banyak pegawai yang sebenarnya ketika datang ke kantor hanya tiga kali dalam seminggu bahkan hanya satu kali namun tidak pernah diberikan sanksi. Diceritakan juga absen-absen pegawai pun banyak yang kemudian dimanipulasi oleh bagian Tata Usaha demi mendapatkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Ia menyebut paling kesal disaat Puskesmas sedang mau mengikuti akreditasi. Pada saat itu para pegawai katanya dipunguti uang Rp 250 ribu perorang oleh Kapus.

"Kapus pun jarang itu datang ke kantor paling seminggu hanya tiga kali. Ada yang enggak pernah masuk kantor sampai puluhan hari tapi enggak juga dipindahkan dan dapat TPP. Kenapa aku yang sekarang dipindahkan dimana keadilan itu yang jujur malah dipindahkan. Sebenarnya aku sudah melapor ke Tipikor Poldasu (dugaan korupsi) tapi enggak pernah ditanggapi. Aku sekarang enggak mau tugas di Deliserdang lagi dan mau pindah ke Medan saja. Enggak benar lagi pejabat Deliserdang ini," kata Farida.

Benhur Silitonga menyebut pihaknya akan mengagendakan untuk penjadwalan pemanggilan Dinas Kesehatan. Menurutnya kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum karena dianggap Farida punya banyak bukti.

"Ya saya sudah dengar. Ya memang banyak persoalan sekarang di Puskesmas dan ini yang kesekian kalinya. Ini akan kita panggil nanti dinas kesehatannya,"kata Benhur.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved