Pelaku Teror 'Awas Ada Bom Mampus Kelen' di Siantar Bermotif April Mop

Polres Kota Pematangsiantar telah meringkus pelaku teror yang meletakkan tas hitam yang bertuliskan "Awas Ada Bom. Mampus Kelen"

Pelaku Teror 'Awas Ada Bom Mampus Kelen' di Siantar Bermotif April Mop
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu memamparkan hasil penangkapan terhadap pelaku teror yang meletakkan tas bertuliskan ancaman bom di Polres Kota Pematangsiantar, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polres Kota Pematangsiantar telah meringkus pelaku teror yang meletakkan tas hitam yang bertuliskan "Awas Ada Bom. Mampus Kelen" pada Sabtu (13/4/2019) lalu.

Pascakejadian yang menghebohkan warga Kota Pematangsiantar itu, polisi langsung bergerak mengumpulkan bukti dan saksi-saksi.

Pada Senin (15/4/2019), Polres Kota Pematangsiantar menggelar konfrensi pers dan menghadirkan pelaku berinisial INH berusia 17 tahun.

Pelaku berinisial INH (17) dihadirkan dengan mengenakan sebo dan baju tahanan.

Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, pelaku masih berstatus pelajar di suatu sekolah madrasah di Kota Pematangsiantar.

Tim Jibom dari Subden II B Brimob membongkar ransel yang diduga berisikan bom di Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar, Sabtu (13/4/2019).
Tim Jibom dari Subden II B Brimob membongkar ransel yang diduga berisikan bom di Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar, Sabtu (13/4/2019). (Tribun Medan/Tommy Simatupang)

Pelaku diringkus di rumahnya di Gang Bersama, Jalan Patimura, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur pada Sabtu (13/4/2019) sekitar pukul 23.00WIB.

AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, INH melakukan teror tanpa ada suruhan dari siapa pun. Pelaku mengakui perbuatannya sehingga membuat masyarakat resah.

"Pelaku ini masih berstatus pelajar di sekolah madrasah. Tas hitam yang bertuliskan "Laillahaillah Ada Bom Mampus Kelen" diambil dari sekolahnya yang tidak terpakai. Dia menulisnya sendiri dengan tinta warna putih," kata AKBP Heribertus.

Baca: Ayo Gunakan Hak Pilihmu, Dapat Diskon di Berbagai Merchant, Ini Daftar Lengkapnya

Baca: KPU Perbolehkan Pemilih Mencoblos di Atas Pukul 13.00, Ini Syaratnya

Kepada polisi, pelaku mengaku menuliskan kata-kata ancaman itu di sekolahnya. Ia telah memiliki rencana untuk membuat geger masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved