Perang Sengit Pecah di Libya, Jet Tempur Jenderal Haftar Ditembak Jatuh Pasukan Milisi

Sebuah pesawat perang milik pasukan Jenderal Khalifa Haftar telah ditembak jatuh oleh Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional

Perang Sengit Pecah di Libya, Jet Tempur Jenderal Haftar Ditembak Jatuh Pasukan Milisi
Global Look Press/dpa
Para pasukan LNA loyalis Jenderal Haftar dengan kendaraan tempur melancarkan serangan pada 4 April untuk merebut Tripoli. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah pesawat perang milik pasukan Jenderal Khalifa Haftar telah ditembak jatuh oleh Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang setia kepada pemerintah dan didukung PBB.

Insiden ini terjadi ketika perang sengit pecah di antara kedua pihak di Tripoli saat sang Jenderal Haftar mengunjungi Presiden Mesir di Kairo pada hari Minggu, kata juru bicara militer seperti yang dilansir Russia Today. 

Jet tempur Tentara Nasional Libya (LNA) jatuh pada hari Minggu selatan ibukota Tripoli, Kolonel Mohammed Gnunu, juru bicara militer Tripoli, mengkonfirmasi tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang insiden itu. 

Foto dan video yang muncul di media sosial muncul ke publik menunjukkan akibat insiden itu.

Beberapa dari mereka yang memposting gambar mengklaim bahwa jet jatuh di pinggiran tenggara Tripoli, Ain Zara.

Sementara yang lain mengatakan jatuh di kota Qasr bin Ghashir yang terletak di selatan ibukota tidak jauh dari Bandara Internasional Tripoli yang sudah tidak digunakan. 

Tidak satu pun dari laporan ini yang dapat diverifikasi secara independen.

Foto-foto dan video menunjukkan asap abu-abu dan hitam mengepul di langit di beberapa daerah sepi. Menurut laporan media, pilot berhasil mengeluarkan diri dari jet sebelum kecelakaan. 

Namun, tidak jelas apakah dia ditangkap oleh pasukan GNA, seperti beberapa laporan di media sosial menyarankan, atau berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.

Insiden itu terjadi ketika Haftar, yang mendukung saingan pemerintah Libya yang bermarkas di Tobruk dan mengklaim menguasai sekitar 80 persen wilayah negara itu, bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk membahas perkembangan di Libya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Fahmi Daulay
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved