Polres Karo Kerahkan 379 Personel Amankan Pemilu 2019, 234 Personel Digeser ke TPS Hari Ini

Hari ini ada 234 personel yang kita geser ke seluruh kecamatan, yang ditugaskan untuk mengamankan TPS pada tanggal 17 April 2019 ini,"

Polres Karo Kerahkan 379 Personel Amankan Pemilu 2019, 234 Personel Digeser ke TPS Hari Ini
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Polres Tanah Karo menggelar apel pergeseran personel untuk pengaman TPS , di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (15/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Polres Tanah Karo, menggelar apel pergeseran personel untuk membantu mengamankan proses Pemilu serentak 2019, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (15/4/2019).

Untuk memastikan pesta demokrasi ini berjalan aman, Polres Karo menugaskan sebanyak 379 untuk dikerahkan di berbagai lokasi.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, diwakili oleh Kabag Ops Polres Tanah Karo Kompol B Sembiring, mengungkapkan seluruh personel akan ditempatkan di berbagai lokasi.

Sembiring mengungkapkan, dari seluruh personel, 234 di antaranya hari ini mulai ditugaskan untuk pengaman di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Hari ini ada 234 personel yang kita geser ke seluruh kecamatan, yang ditugaskan untuk mengamankan TPS pada tanggal 17 April 2019 ini," ujar B Sembiring.

Untuk personel yang bertugas di TPS, Sembiring menyebutkan pihaknya hari ini mulai melepas seluruh personel ke kecamatan-kecamatan yang nantinya ditampung di masing-masing Polsek. Selanjutnya, mereka akan ditempatkan di TPS-TPS yang menjadi wilayah kerjanya sesuai dengan yang tertera pada Surat Perintah (Sprin).

"Mulai hari ini kita sudah lakukan pergeseran pasukan ke seluruh TPS. Nantinya mereka (petugas pengamanan) akan bekerjasama dengan KPPS dan petugas lainnya yang turut bertugas di TPS," katanya.

Pria dengan lambang satu bunga mawar di pundaknya itu menyebutkan, untuk personel yang tidak ditugaskan menjaga TPS, akan disiapkan di titik-titik lainnya. Dirinya menyebutkan, personel tersebut nantinya akan ditugaskan untuk memberikan bantuan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Sedangkan yang lain akan bersiaga di Mapolres, dan sewaktu-waktu akan disiapkan untuk membantu personel yang bertugas di TPS jika nanti diperlukan," ucapnya.

Ketika ditanya perihal lokasi yang dinilai rawan, dirinya menyebutkan hingga saat ini untuk kerawanan politik masih minim. Sembiring mengaku, pihaknya berfokus pada daerah-daerah yang geografisnya dianggap rawan bencana. Terlebih, seperti diketahui sebagian wilayah di Kabupaten Karo berada di kawasan perbukitan.

"Di sini kalau secara rawan politik sebenarnya tidak ada, yang ada itu rawan karena geografisnya. Seperti di Kecamatan Kutabuluh, dan Mardingding," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, dalam menyiasati lokasi-lokasi yang dianggap memiliki kendala dari faktor geografis, pihaknya menerapkan sistem pola yang sangat minim. Dikatakannya, penerapan pola tersebut diambil dari perbandingan jumlah personel dengan TPS yang ada.

"Jadi antar jumlah TPS dengan personel kepolisian dan Linmas perbandingannya sangat kecil. Seperti contohnya di Desa Pola Tebu yang jarak antar TPSnya cukup jauh, maka satu TPS kita tempatkan satu personel," ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat, agar antusias menyambut Pemilu ini, dan juga semangat datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya. Dirinya menyebutkan, pihaknya dari kepolisian bekerjasama dengan TNI, dan juga instansi lainnya, siap menjaga dan mengawal proses demokrasi.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved