Ribuan Siswa SMA-SMK di Sumut Akhirnya Bisa Ikut Ujian Nasional

Untuk jumlah siswa dan siswi yang menjadi peserta di UNBK susulan tersebut yaitu SMK sebanyak 1.150 peserta dan SMA sebanyak 1.200 peserta.

Ribuan Siswa SMA-SMK di Sumut Akhirnya Bisa Ikut Ujian Nasional
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Siswa dan siswi di SMAN 4 Medan saat mengikuti UNBK susulan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 871 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Utara mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan Tahun Pelajaran 2018/2019, Senin (15/4/2019).

Ketua Panitia TK UN Sumut, August Sinaga, saat dihubungi Tribun Medan, merincikan jumlah sekolah yang mengikuti UNBK susulan, yaitu SMA sebanyak 450 sekolah dan SMK sebanyak 421 sekolah.

“Untuk jumlah siswa dan siswi yang menjadi peserta di UNBK susulan tersebut yaitu SMK sebanyak 1.150 peserta dan SMA sebanyak 1.200 peserta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa penyebab siswa dan siswi tersebut mengikuti ujian susulan yaitu kondisi listrik PLN yang padam, di mana beberapa sekolah tersebut tidak memiliki genset.

Baca: NEWS VIDEO: Sempat Tertunda System Error, SMAN 4 Medan Gelar UNBK Susulan

Baca: Gegara Virus Trojan Ratusan Pelajar SMA Negeri 4 Medan Baru Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer

Baca: Asyik Corat-coret Usai UNBK, Ratusan Siswa SMA di Asahan Kocar Kacir Didatangi Petugas Gabungan

“Kondisi beberapa sekolah tidak memiliki server cadangan untuk mengganti server utama yang rusak dan Kondisi jaringan listrik yang tidak stabil sehingga menyebabkan server yang demikian sensitiF mengalami crash juga menjadi penyebab harus mengikuti ujian susulan,” jelasnya.

Ia menerangkan, kemudian beberapa jaringan listrik yang ada di beberapa sekolah tidak memiliki besar dan kualitas kabel yang baik sehingga mempengaruhi kualitas catudaya yang disuplay pada server maupun switch hub menjadi terganggu.

“Yang pada akhirnya membuat beberapa sesi mengalami kendala untuk mengikuti ujian UNBK dan siswa-siswi tersebut harus diikutkan dalam ujian susulan,” terangnya.

Ia menuturkan, beberapa sekolah yang mengikuti ujian susulan juga terindikasi bahwa server yang dipergunakan tidak steril atau hardisk yang tidak di-format ulang, Sistem Operasi yang tidak di-install ulang, dan penggunaan eksternal Hardisk dan Flash Disk yang tidak steril menyebabkan beberapa server terjangkit virus atau cloudnet yang merupakan virus berjenis trozan.

“Sebagian besar proktor sekolah yang dalam daftar pelaksana ujian susulan di atas tidak menggunakan Transfer Response (TR), sementara untuk UNBK tahun 2019 puspendik mewajibkan setiap sekolah pelaksana UNBK harus menggunakan TR sebagai backup pada server utama apabila terjadi kerusakan pada server,” tuturnya.

Ia mengatakan, dan apabila sekolah tidak menggunakan TR maka peserta atau siswa pada server yang mengalami crash harus diikutkan pada ujian susulan atau dianggap puspendik belum melaksanakan UNBK utama.

“Kemudian juga ada beberapa siswa yang sakit dan alasan lainnya sehingga tidak bisa mengikuti UNBK dan harus mengikuti ujian susulan,” katanya. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved