Sumut Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan HUT Sangha Agung Indonesia

Sumatera Utara (Sumut) mendapat kehormatan mengelar perayaan peringatan 60 tahun HUT Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Sagin didirikan di Vihara Buddha

Sumut Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan HUT Sangha Agung Indonesia
Tribun Medan / HO
Balai Kenangan Maha Bhiksu Ashin Jinarakkhita menjadi saksi kebangkitan Agama Buddha Indonesia pasca 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Sumatera Utara (Sumut) mendapat kehormatan mengelar perayaan peringatan 60 tahun HUT Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Sagin didirikan di Vihara Buddha Gaya, Watu Gong, Semarang, pada 21 Mei 1959 dengan nama Sangha Sutji Indonesia.

Pada 23 Januari 1963 Sangha Sutji Indonesia berganti nama menjadi Maha Sangha Indonesia, dan kemudian disempurnakan menjadi Sangha Agung Indonesia pada 14 Januari 1974 sebagai peleburan bersama Sangha Indonesia, dimana nama ini digunakan hingga hari ini.

Sedangkan 23 Januari ditetapkan sebagai Hari Sangha Agung Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada Maha Biksu Ashin Jinarakkhita. 23 Januari 1923, beliau lahir di Bogor, dan 23 Januari 1954 beliau ditahbiskan sebagai biksu di Myanmar, serta 23 Januari 1963 sangha di Indonesia menjadi lengkap dengan hadirnya pesamuhan biksu dan biksuni dari tradisi Therawada dan Mahayana.

Sangha Agung Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sosok Maha Biksu Ashin Jinarakkhita (23 Januari 1923 – 18 April 2002), merupakan putera pertama Indonesia pelopor kebangkitan Agama Buddha modern di Indonesia, pasca 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit dan juga tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Buddhis di Indonesia modern. 

Bhante Ashin juga yang berjasa mendirikan Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI), pada bulan Juli 1955 di Semarang. Pada tahun 1979 PUUI berganti nama menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) hingga saat ini.

Eddy Sujono Setiawan, Ketua MBI Sumut mengajak umat Buddha menyambut perayaan ini sebagai wujud rasa syukur dan mengenang kembali perjuangan Alm Maha Bhikkhu Ashin Jinarakkhita. Menurutnya, Sukong dikenal dengan semangat dan kesederhanaannya dalam mengembangkan Buddha Dhamma sampai ke seluruh pelosok Nusantara tanpa mengenal lelah.

Perjuangan beliau sejak menjadi Anagarika telah mencetuskan ide brilian untuk menyelenggarakan upacara Tri Suci Waisak secara Nasional di Candi Borobudur pada tanggal 22 Mei 1953 dan mendapat sambutan yang hangat dari berbagai kalangan, juga menjadi satu momen penting tanda kebangkitan agama Buddha di Indonesia dan menyadari bahwa agama Buddha dan penganutnya masih ada di Indonesia, tambahnya.

Sementara itu, Amrin Susilo Halim, Ketua Pelaksana mengungkapkan kegiatan perayaan HUT SAGIN diisi dengan sejumlah kegiatan diantaranya wejangan Dharma, pameran dan puja relik Sukong serta seminar. Kegiatan ini direncanakan akan dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin pada tanggal 27 April 2019.

Sedangkan acara seminar yang dikemas dengan Talkshow mengambil tema 'Agama Buddha Indonesia, Dalam Keberagaman Kita Bersatu' akan menghadirkan empat nara sumber yaitu Bhiksu Aryamaitri Mahastavira, Bhiksu Dharmavimala Mahastavira, Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera dan MUP Phoa Krishnaputra.

Mengingat kegiatan skala nasional yang merupakan kesempatan langka, Eddy Sujono Setiawan mengimbau pengurus Majelis, Organisasi Keagamaan Buddha dan seluruh umat Buddha untuk bersama-sama bersemangat, bersatu padu untuk mensukseskan acara perayaan HUT Sangha Agung Indonesia 27 – 28 April 2019 ini.

Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved