Temuan Besar Situs Purbakala di Pandaan Malang, Jalur Tol Terpaksa Digeser 17 Meter

Pihak PT Jasamarga Pandaan Malang akhirnya menggeser proyek pembangunan tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37

Temuan Besar Situs Purbakala di Pandaan Malang, Jalur Tol Terpaksa Digeser 17 Meter
Kementerian PUPR
Tol Pandaan-Malang 

TRIBUN-MEDAN.com - Pihak PT Jasamarga Pandaan Malang akhirnya menggeser proyek pembangunan tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 sepanjang 17 meter ke arah timur. Pergeseran itu untuk menghindari area temuan situs purbakala.

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo mengatakan, rencana penggeseran sepanjang 17 meter itu sudah pada tahap pembahasan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Begitu juga dengan penentuan desainnya setelah digeser.

"Bergeser ke arah timur sejauh 17 meter. Sekarang masih dirapatkan di PU Bina Marga (Kementerian PUPR)," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (15/4/2019).

Agus memastikan, pergeseran itu tidak akan mengubah desain jalur secara keseluruhan. Sebab, pihaknya sudah membangun jembatan di jalur sekitar 300 meter dari area temuan situs tersebut.

Nantinya, ruas jalan yang digeser akan disambungkan dengan jembatan tersebut tanpa mengurangi kriteria ruas jalan tol meski harus digeser ke sisi timur.

"Kaidah-kaidah kriteria desain jalan tol tetap terpenuhi," katanya.

Setelah ada keputusan dan desain terkait pergeseran jalan tol itu, proyek pembangunan akan dilanjutkan dengan melakukan penyelidikan tanah yang terkena dampak.

Dilihat dari peta lokasi, area terdampak akibat pergeseran itu merupakan bantaran Sungai Amprong yang curam. Kondisi itu akan membutuhkan dana tambahan karena konstruksi membutuhkan pile slab atau tiang pancang.

Namun, Agus belum menentukan besaran tambahan dana yang dibutuhkan.

"Setelah ada keputusan bergeser, akan ada penyelidikan tanah. Karena strukturnya berubah. Baru dihitung akan tambah (dana) berapa. Akan ada tambahan anggaran berapa persisnya," jelasnya.

Sementara itu, pihak tol juga harus berkoordinasi dengan pihak Balai Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas untuk penggunaan bantaran Sungai Amprong.

Diketahui, situs purbakala ditemukan di area pembangunan ruas tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37. Tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menetapkan, area situs seluas 380,703 meter persegi. Dari luasan itu, seluas 201,790 meter persegi masuk right of way (ROW) Tol Pandaan-Malang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hindari Temuan Situs Purbakala, Tol Pandaan-Malang Digeser 17 Meter"

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved