Usai Bangunan Runtuh di Ringroad, Pemko Medan Kaji Regulasi Terbaru

DPKP2R mengaku saat ini tengah menggodok peraturan terkait adanya penambahan bangunan bertingkat.

Usai Bangunan Runtuh di Ringroad, Pemko Medan Kaji Regulasi Terbaru
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Dua unit alat berat berada di lokasi runtuhnya bangunan di Jalan Ringroad, Medan, Selasa (9/8/2019). Pascaruntuhnya bangunan yang sempat dijadikan tempat usaha tersebut, sehingga mengakibatkan sebuah rumah di sebelahnya mengalami rusak parah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ambruknya bangunan under kontruksi seminggu yang lalu di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, tampaknya menjadi pelajaran berharga untuk jajaran Pemerintah Kota Medan dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKP2R).

DPKP2R mengaku saat ini tengah menggodok peraturan terkait adanya penambahan bangunan bertingkat.

Dijelaskan Kadis PKP2R Benny Iskandar, regulasi tersebut diramu usai pihaknya mendapat masukan dari ahli kontruksi bangunan.

"Kita seminggu yang lalu sudah mengundang Asosiasi Konstruksi Indonesia untuk menyusun regulasi penambahan bangunan," katanya.

"Kami di dalam akan memperketat peraturan penambahan bangunan, karena memang bisa kita lihat, kondisi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Benny, Senin (15/4/2019).

Untuk itu, DPKP2R akan melakukan pengecekan setiap masyarakat yang hendak melakukan penambahan bangunan di lapangan. Petugas yang turun nantinya akan mengecek struktur seluruh struktur bangunan dengan gambar dalam perencanaan.

Namun demikian, di dalam regulasi terbaru itu nantinya, DPKPPR tidak akan memuat pemberian sanksi atas kelalaian maupun kesalahan konstruksi bangunan. Alasannya, pemberian sanksi tersebut hanya bisa dilakukan jika melanggar unsur tindak pidana.

"Kalau sanksi harus mengacu ke Undang-Undang. Sanksi baru diberikan jika ada korban yang cacat ataupun meninggal dunia," tukasnya.

Disinggung terkait hasil investigasi Perkim perihal ambruknya tujuh deret bangunan ruko underkonstruksi di Jalan Ringroad Medan Sunggal, Benny menyampaikan saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib.

Namun dugaan sementara, Benny meyakini bahwa ambruknya konstruksi bangunan bukan dikarenakan adanya unsur kesengajaan, melainkan adanya unsur kelalaian atau kesalahan perhitungan. "Melihat dari posisi ambruknya itu bukan dirobohkan, melainkan ambruk sendiri. Kemungkinannya dua, pertama kelalaian atau kedua adanya kesalahan perhitungan struktur bangunan," ujarnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved