75 Persen Materi USBN untuk SD se Kota Medan Dibuat Sendiri Oleh Disdik

Adapun pembagiannya adalah KKG Pemko Medan menyusun 75 persen. Sementara Kementerian Pendidikan hanya 25 persen.

75 Persen Materi USBN untuk SD se Kota Medan Dibuat Sendiri Oleh Disdik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Medan, Masrul Badri. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa hari lagi siswa dan siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) seluruh Indonesia akan melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Ajaran 2018-2019. Tak terkecuali bagi murid kelas 6 SD yang ada di Kota Medan.

Oleh karenanya, murid Kelas 6 SD peserta USBN nantinya akan dihadapkan dengan sejumlah soal-soal mata pelajaran yang diujikan. Teka teki pun muncul menilik seberapa sulitnya soal-soal yang dihadapi peserta USBN SD tanggal 22 April sampai 25 April 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Masrul Badri mengatakan bahwa soal yang disajikan merupakan gabungan antara usulan Kelompok Kerja Guru (KKG) Disdik Pemko Medan dengan Kementerian Pendidikan.

Adapun pembagiannya adalah KKG Pemko Medan menyusun 75 persen. Sementara Kementerian Pendidikan hanya 25 persen.

"75 persen disusun oleh kita dengan KKG. Guru-guru di bawah kemudian mengusulkan materi soal terus di Disdik Pemko, barulah kita gabung. Adapun penyusunan 75 persen soal tersebut berdasarkan kisi-kisi yang dijelaskan Kemendikbud," ujar Masrul, Selasa (16/4/2019)

"25 persen soal lainnya itu bulat-bulat buatan pemerintah pusat,"tambahnya.

Penyusunan soal itu, dijelaskan Masrul tidak boleh terlalu mudah atau terlalu sulit bagi pelajar setingkat Kelas 6 SD. Sambungnya, penyusunan soal tidak bisa sembarangan. "Tidak boleh terlalu rumit juga," sambungnya.

Kepada Tribun Medan, pria berkumis itu menjelaskan bahwa soal soal yang akan disajikan kepada siswa SD telah disahkan oleh Kemendikbud untuk diujikan. Saat ini soal tersebut, imbuh Masrul, sudah disimpan untuk diserahkan ke sekolah masing-masing pada hari H pelaksanaan.

Dinas Pendidikan Kota Medan akan menyelenggarakan USBN terhadap siswa siswi kelas 6 SD, yang mana jumlahnya mencapai 44.571 orang. Dengan rincian pelajar SD Negeri berjumlah 19.180, SD Swasta 22.268, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 22.258, dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta berjumlah 24.258 pelajar.

Adapun pihak penyelenggara, dalam hal ini Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, tercatat sebanyak 903 SD Negeri, 830 SS Swasta dan 78 Madrasah Ibtidaiyah. "Ada 2.262 ruang ujian nantinya," jelas Masrul.

Masrul mempertegas bahwa USBN yang nantinya dihadapi para siswa tak menjadi tolok ukur satu-satunya kelulusan. Untuk menentukan kelulusan siswa, Para guru akan melakukannya dengan melihat sikap siswa, prestasi siswa, kerajinan siswa dan hasil-hasil ujian selama sekolah.

"Ujian ini tidak menjadi penentu kelulusan lagi. Ini hanya untuk mengukur ketercapaian pembelajaran. Pertimbangan kelulusan akan dilihat secara akumulatif dari sikap siswa, prestasi, dan sebagainya," pungkas Masrul

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved