Ketua KPU Berharap KPPS Siapkan Fisik yang Fit jelang Bertugas di TPS saat Pemilu 2019

Ketua KPU Binjai Zulfan Efendi diwawancarai Tribun Medan di ruang kerjanya mengaku optimistis sembari berdoa tidak ada kendala teknis

Ketua KPU Berharap KPPS Siapkan Fisik yang Fit jelang Bertugas di TPS saat Pemilu 2019
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Ketua KPU dan Komisioner KPU Binjai, Zulfan Efendi dan Robby Effendi meninjau gudang logistik saat proses distribusi alat kelengkapan TPS. 

TRIBUN-MEDAN.com- Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai tinggal merampungkan persiapan teknis, TPS dan petugas KPPS jelang hari H pada 17 April 2019.

H-1, KPU Binjai sedang mengantarkan alat kelengkapan TPS ke dua Kecamatan yang tersisa, Selasa (16/4/2019).

Ketua KPU Binjai Zulfan Efendi diwawancarai Tribun Medan di ruang kerjanya mengaku optimistis sembari berdoa tidak ada kendala teknis dalam persiapan menuju hari pencoblosan.

Dijelaskannya, teknis tinggal mendistribusikan alat kelengkapan TPS.

"Teknisnya petugas KPPS sudah mendirikan TPS di seluruh Kota Binjai. Ada 715 TPS dimana akan dilengkapi 7 KPPS di setiap TPS," kata Zulfan Efendi.

"Kesiapan alhamdulillah sudah 3 kecamatan menerima distribusi alat kelengkapan TPS, hari ini dua kecamatan lagi yang sisa harapannya selesai jam 2 atau 3 sore. Kalau bisa cepat selesai, ya berharap teman-teman KPPS bisa cepat istrihat, jadi bisa fit untuk tugas hari H," jelasnya.

Lanjut Zulfan menjelaskan syarat untuk memilih yakni, terkait C6, sampai H-1 ini KPU tunggu laporan dari KPPS melalui PPK dan PPS. Zulfan berharap C6 tersalur sampai 80 persen.

"Yang sudah masuk DPT tapi belum atau tidak dapat C6 selama sesuai Surta Edaran pemilih silahkan datang bawa ektp atau suket atau identitas lain, dan cek nama dalam DPTnya dimana, jumpai linmas dan KPPS," jelasnya.

Mabes Polri Sebut Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap Resmi Tersangka Money Politics

Antar Kotak Suara TPS Pakai Gerobak, Polisi Kewalahan saat Sapinya Ngambek

TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan untuk Memberikan Rasa Aman Jelang Pemilu 2019

KPK Sebut Sumut Provinsi Terkorup Se-Indonesia, Ini Respons Gubernur Edy Rahmayadi

Dijelaskan Zulfan juga, bahwa antara suket dan A5 punya perbedaan, kebijakan suket untuk pemilih yang belum punya EKTP, namun terdaftar di DPT. Sedangkan kalau A5 untuk warga yang masuk DPTB karena pindah memilih, tugas kerja, warga binaan, sedang dirawat di rumah sakit.

Ditanyai kesiapan pengawas pemilu, Zulfan mengaku kalau dari sisi hukum akan berkoordinasi dengan Bawaslu, terkait surat edaran KPU terbaru atau lainnya terkait pemungutan dan penghitungan suara.

Delapan Rumah di Komplek Asrama Widuri Dilalap Si Jago Merah, Ini Foto-fotonya

Dirgahayu Kopassus Ke-67, Jalankan Operasi Rahasia Berbahaya hingga Buat Militer Negara Lain Ciut

Caleg Stres Ganguan Jiwa Gagal Terpilih, Rumah Sakit Ini Siap Menampung,Harga Per Malam Kamar VIP

Lantas bagaimana tingkat kepercayaan KPU terhadap petugas KPPS yang diharapkan independen, jujur, adil dan profesional? Pasalnya, KPPS lah yang secara mekanisme dan teknis pada Hari H mengerjakan penyelenggaraan Pemilu di setiap TPS.

Beredar Rumor Warga Kompleks Asia Megamas Belum Mendapat Undangan Memilih C6, Ini Kata Ketua KPPS 21

Beredar Isu Warga Kompleks Asia Megamas Tidak Dapat C6, Ini Penjelasan Ketua KPPS 21

Kapolda Sumut Ultimatum Penyelenggara yang Menyebabkan Calon Pemilih Kehilangan Hak di Pemilu 2019

"Mereka ada 7 x 715 TPS sudah direkrut jauh hari dalam mekanisme lebih kurang sebulan, jadi sudah dilihat bagamana petugasnya. Usaha dan doa saja semua aman, lancar dan sukses," pungkas Zulfan Efendi.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved