Keturunan Pendiri Kota Medan Kecewa Makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi Bukan di Kota Medan

Hal itu salah satu akibat kurangnya perhatian pemerintah trerhadap pahlawan yang terasa kurang diberi penghargaan

Keturunan Pendiri Kota Medan Kecewa Makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi Bukan di Kota Medan
TRIBUN MEDAN/Royandi Hutasoit
Keturunan Pendiri Kota Medan Kecewa Makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi Bukan di Kota Medan. Sihar Sitorus saat mengunjungi makam Guru Patimpus di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (26/3/2018) 

Keturunan Pendiri Kota Medan Kecewa Makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi Bukan di Kota Medan

TRIBUN-MEDAN.com- Guru Patimpus Sembiring Pelawi merupakan ‘founding father’ atau pendiri Kota Medan sepertinya hampir dilupakan warga kota ini.

Bahkan kuburannya sajapun tidak semua warga Kota Medan tahu di mana persisnya. Hal itu salah satu akibat kurangnya perhatian pemerintah trerhadap pahlawan yang terasa kurang diberi penghargaan sebagai Pendiri Kota Medan pada tahun 1590.

Walaupun menjadi pendiri Kota Medan, tetapi kuburannya ternyata tidak berada di Kota Medan, melainkan ada di Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, tutur Sidarta S Pelawi MBA salah seorang cucu/keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Rabu, (17/04)2019) melalui siaran pers tertulis kepada wartawan di Medan.

Situasi ini menjadi perhatian serius Sidarta yang kini bermukim di Jakarta selaku cucu sang ‘founding father’ Kota Medan.

Katanya berdasarkan hasil penelitian tim penyusun sejarah Kota Medan yang dipimpin Prof Mahadi Dkk pada tahun 1972, Medan didirikan pada tahun 1590 oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi, sehingga Pemko Medan menetapkan Hari Jadi Kota Medan 1 Juli 1590.

Untuk mengenang Pendiri Kota Medan Guru Patimpus Sembiring Pemko Medan mendirikan patung atau tugu Guru Patimpus di Jalan Guru Patimpus Kecamatan Medan Petisah hanya dua ratusan meter dari Kantor Walikota Medan.

“Anehnya Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang lahir di Desa Ajijahe Tanah Karo pada 1540, hingga akhir hayatnya tidak memiliki tanah warisan untuk anak cucunya.” Ungkap Sidarta S Pelawi seraya menambahkan bahwa tanah ukuran 2x4 meter untuk makamnya saja tidak ada, sehingga harus dimakamkan di Hamparan Perak Desa Lama, kampung istrinya yang ke-4 terletak dekat bekas pusat Benteng Kerajaan Aru.

Pasien RSUP Adam Malik Kecewa Tak Bisa Mencoblos karena Tidak Punya Formulir Pindah Memilih

Foto-Foto Pasien Rumah Sakit Menggunakan Hak Suaranya di RSUP Adam Malik Medan

Ketua NPC Sumut Berharap Presiden Terpilih Berikan Peluang Atlet Disabilitas Dapat Pekerjaan

 TPS 004 di Perumnas Simalingkar Tampil Beda, Pasang Balon dan Gaba-gaba untuk Meriahkan Suasana

“Ironisnya Makam Guru Patimpus hanya berupa gundukan tanah yang kurang layak untuk ukuran makam seorang Pendiri Kota Medan,” kata Sidarta.

Sidarta Pelawi menuturkan, Guru Patimpus Pelawi merupakan sosok lelaki atau pria perkasa yang berjiwa petualang dan pengembara untuk menjalankan misi kemanusiaan yaitu mengobati orang sakit dari satu daerah ke daerah lain mulai dari dataran tinggi hingga ke tanah Deli.

Halaman
12
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved