Puluhan Tahun Berdomisili di Padangbulan, Tetap Tidak Terdaftar di TPS Kampus USU

"Mau gimana lagi? Aku kan belum lama tinggal disini, baru 20 tahun," katanya menyindir petugas.

Puluhan Tahun Berdomisili di Padangbulan, Tetap Tidak Terdaftar di TPS Kampus USU
Tribun Medan/Gita Nadia Putri
Masyarakat sedang melihat papan tulis berisi calon presiden serta calon anggota legislatif lainnya di Kampus USU. 

TRIBUN-MEDAN.com - Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus, untuk kelurahan Padang Bulan lingkungan XII. Terdapat dua lokasi TPS di USU yakni TPS 25 yang bertempat di Fakultas Ilmu Budaya USU (FIB USU) dan TPS 26 yang bertempat di Asrama Putri USU.

Antusiasme masyarakat menggunakan hak pilihnya terlihat sejak pukul 07.00 WIB, meja registrasi sudah dipenuhi antrean.

Seorang pemilih di TPS 26 sempat berdebat dengan petugas TPS karena namanya tidak terdaftar, sementara sudah 30 tahun tinggal di wilayah Padang Bulan.

Kondisi yang sama juga terjadi di TPS 25 Padangbulan, seorang pemilih atas nama T. Bachrian dan Tri yang sudah 20 tahun tinggal di Padangbulan, namanya juga tidak terdaftar di TPS.

Baca: Warga Sei Semayang Ini 3 Kali Bolak-Balik ke TPS Tapi Belum Bisa Memilih

Baca: Jalan di Medan Sepi pada Hari Pemilu, Warga: Biasanya Sedikit-sedikit Injak Rem

Baca: Mantan Pelatih Fisik PSMS Suwanda Kecewa Tak Bisa Mencoblos

"Sudahlah. Kalau enggak ada, ya enggak apa. Mau gimana lagi? Aku kan belum lama tinggal disini, baru 20 tahun," katanya menyindir petugas.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Nickson Tarigan mengatakan, mereka yang berdomisili di Padang Bulan namun tidak terdaftar masih bisa menggunakan hak suaranya.

"Kita upayakan mereka bisa menggunakan hak suara, namun baru bisa dibuka jam 12 nanti, itupun kalau ada sisa surat suara," tuturnya

Pemilih atas nama Tri juga mengeluh, sebab ia sudah menunggu dari pagi dan dioper-oper dari TPS 25 ke 26 karena namanya tidak terdaftar, sementara ia penduduk tetap di Padang Bulan.

"Kita tunggulah sisanya, semoga masih bisa nanti jam 12," tuturnya.

Sementara disisi lain masyarakat ada yang protes bahwa di papan pengumuman daftar pemilih di tps terdapat salah satu nama diketahui sudah meninggal dunia, sementara mereka yang masih hidup tidak terdaftar.

Nikson segera mengkonfirmasi bahwa benar adanya terdapat 1 orang yang sudah meninggal, yang namanya tercantum dalam pemilih di TPS 25.

"Hal tersebut sudah diketahui oleh KPPS dan sudah mencoret nama tersebut dari daftar pemilih, intinya yang belum memilih ini kita upayakan sebaik mungkin untuk memilih, " tuturnya. (cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved