Renungan Paskah

Renungan Paskah: Biarlah Salib Merubah Hidup Kita yang Menjadi Berkat bagi Semua Ciptaan-Nya

Bahkan pada kehidupan awal dari manusia mula-mula Allah melontarkan pernyataan penyesalan telah mencitrakan manusia.

Renungan Paskah: Biarlah Salib Merubah Hidup Kita yang Menjadi Berkat bagi Semua Ciptaan-Nya
Tribun Medan
Renungan Paskah: Biarlah Salib Merubah Hidup Kita yang Menjadi Berkat bagi Semua Ciptaan-Nya. Bishop Darwis Manurung MPSI Ketua UMUM PGI Wilayah SUMUT. 

Renungan Paskah: Biarlah Salib Merubah Hidup Kita yang Menjadi Berkat bagi Semua Ciptaan-Nya

TRIBUN-MEDAN.com-Manusia pertama ciptaan Allah telah merusak tatanan indah yang diciptakan Allah, lewat pelanggaran akan perintah ALLAH dalam sebuah rangkaian dosa. Sejak saat itu dosa sepertinya tidak pernah lekang dari kehidupan manusia.

Bahkan pada kehidupan awal dari manusia mula-mula Allah melontarkan pernyataan penyesalan telah mencitrakan manusia.

Perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan manusia yang juga senantiasa diikuti dengan teguran teguran, baik berupa nasehat nasehat maupun tindakan - tindakan hukuman tidak menimbulkan efek jera pada kehidupan manusia.

Dibimbing para hakim, raja-raja dan juga para nabi yang diikiuti dengan "hukuman-hukuman" juga tidak menjadikan manusia dekat kepada Allah.

Semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah menjadikan manusia menjauhi "gambar" Allah.

Hukum Allah sudah jelas, bahwa upah dosa ialah maut. Apakah semua umat manusia yang hidupnya lebih cenderung berbuat dosa akan lenyap dalam dunia maut?

Yohanes telah menubuatkan : Karna begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNyayangTunggal, agar barang siapa yang percaya kepadanya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal. Wujud kasih Allah itu ialah Yesus yang mengerjakan keselamatan lewat jalan salib.

Jalan salib yang memang sudah dinubuatkan oleh Yesaya, yang diselesaikan di Golgata. Proses yang panjang sejak kelahirannya sampai ke Golgata adalah wujud kasih Allah.

Sengsara Yesus di salib bukan karena dosanya, tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesesangraan kita yang dipikulnya.

Dia teritikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremehkan oleh karena kejahatan kita. Via dolorosa adalah jalan yang diciptakan Allah untuk mendatangkan keselamatanbagi kita dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Sengsara Yesus, yang dilakoniNya dengan mencucurkan darah, menjadikan kita sembuh, membuka pintu keselamatan bagi kita.

Kasih Allah adalah sebuah pengorbanan yang besar yang berkuasa merubah hidup manusia. Manusia yang penuh dosa itu disucikan lewat darah Yesus.

Mari mengarahkan mata hati kita kepada salibNya seraya menyesali semua dosa-dosa kita,dan mengijinkan darahNya mengalir menyucikan kita dan bilur-bilurnya menyembuhkan. Menjadikan kita menjadi baru. Biarlah Salib merubah hidup kita yang menjadi berkat bagi semua ciptaannya.

(*/cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved