Bayinya Alami Retak Bagian Kepala, Sopir Serap di Siantar Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Yohanes Marcelo Pardomuan Hutabarat berusia 2,6 bulan tertimpa pagar besi saat bermain.

Bayinya Alami Retak Bagian Kepala, Sopir Serap di Siantar Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Yohanes Marcelo Pardomuan Hutabarat bayi berusia 2,6 bulan tengah dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pasangan suami-istri (Pasutri) Lambok Hutabarat dan Christina Agustina Situmeang membutuhkan dana untuk bayi pertamanya yang mengalami kecelakaan.

Putranya bernama Yohanes Marcelo Pardomuan Hutabarat berusia 2,6 bulan tertimpa pagar besi saat bermain. Pagar besi itu mengakibatkan retak di kepala bagian depan dan belakang. Bahkan, dada juga mengalami luka.

Orangtuanya Lambok Hutabarat hanya bekerja sebagai sopir serap angkutan barang.

Lambok bersama istri melarikan Yohanes ke Rumah Sakit Tentara Kota Pematangsiantar. Karena keadaan semakin memburuk, Yohanes harus dirujuk ke rumah sakit di Klta Medan.

Namun, di Medan, pihak rumah sakit meminta dana awal sebesar Rp 50 juta. Lambok pun harus membawa pulang anaknya kembali ke Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar. Untungnya, rumah sakit itu tidak meminta dana awal.

"Karena rumah sakit di Medan meminta uang Rp 50 juta, terpaksa kami bawa pulang. Kami bingung harus berbuat apa. Karena tidak punya uang dan belum terdaftar di BPJS Kesehatan karena keadaan ekonomi,"ujarnya, Kamis (18/4/2019).

Saat ini, kata Lombok Hutabarat, anaknya telah masuk ke Rumah Sakit Vita Insani di ruang 525 lantai II karena pihak rumah sakit bisa dibujuk untuk merawat tanpa meminta dana awal.

Namun, Lambok mengaku masih memikirkan dana. Karena, pihak rumah sakit menagih biaya yang selama berada di dalam. Terlebih nanti saat saat keluar rumah sakit.

"Kami sangat mengharapkan bantuan dari siapapun agar harapan kami, anak kami ini bisa sembuh total. Kami bingung sekarang"ujarnya dengan sedih.

Pasangan suami istri ini sangat mengharapkan bantuan dari dermawan. jika ada yang dapat membantu bisa melalui menghubungi mereka di nomor kontak 085277090951 atau melihat kondisi anaknya.

Dia kuatir, jika tidak ada penanganan serius maka dampak buruknya telah menghatui pikiran keluarga ini. Keluarga juga tidak dapat membantu karena ekonomi.

"Beberapa kali sudah muntah-muntah. Mohon bantuan dermawan," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved