Dilaporkan ke KPU RI, LSI Denny JA Minta BPN Buka Identitas Tim Survei yang Menangkan Prabowo

Ikrama Masloman menyebut lembaganya dalam melakukan hitung cepat menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Dilaporkan ke KPU RI, LSI Denny JA Minta BPN Buka Identitas Tim Survei yang Menangkan Prabowo
facebook
Viral Video Quick Count LSI Denny JA Menangkan Prabowo Sandi, Ini Klarifikasi & Penjelasan Denny JA 

TRIBUN-MEDAN.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan beberapa lembaga survei lainnya dilaporkan ke KPU terkait siaran hasil hitung cepat atau quick count yang dinilai tak benar.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman menyebut lembaganya dalam melakukan hitung cepat menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Ia juga yakin lembaganya dapat membuktikan hasil quick count secara ilmiah.

"Jadi sebenarnya kalau berbicara soal hasil bisa diperdebatkan, kita bisa uji validasi," ujar Ikrama Masloman saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (18/4/2019).

Secara legal formal, Ikrama juga menyebut LSI Denny JA telah terdaftar di KPU sebagai lembaga resmi yang berhak menayangkan hasil quick count.

Baca: Posisi PDIP Masih Unggul, NasDem dan Gerindra Kejar-kejaran Real Count KPU Parpol Pukul 19.45 WIB

Ikrama justru mempertanyakan tim survei internal Prabowo-Sandi yang mengklaim kemenangan pasangan calon 02.

Ikrama meminta kepada pihak Prabowo-Sandi untuk membuka identitas tim surveinya.

Serta menjelaskan metode yang dipakai dalam perhitungan cepat.

"Kalau saya menambahkan kita bisa dipertanggungjawabkan karena data yang masuk itu real time, mereka real time enggak? Dadakan, perasaan tiba-tiba angka 62 (persen) datang, kalau mau memantau kenapa enggak buka dari jam 3 sehingga publik juga bisa melihat ini data yang masuk," tuturnya.

Baca: Tak Hanya Deklarasi Presiden, Prabowo Sudah Bentuk Pemerintahan The Best and The Brightest

"Kan kalau seperti ini wajar saja ada yang nyinyir, ada yang curiga kok quick count-nya dadakan hasilnya dadakan, tiba-tiba hasil akhir. Quick count itu kan bergerak datanya karena enggak mungkin 2.000 TPS masuk dalam satu waktu," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved