Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyaluran Kredit Perbankan di Tanjungmorawa

Harli Siregar mengatakan dalam waktu dekat mereka akan melakukan pemanggilan terhadap tiga orang tersangka.

Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyaluran Kredit Perbankan di Tanjungmorawa
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kajari Deliserdang, Hari Siregar (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan penyaluran kredit tanpa agunan yang terjadi di perbankan, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Negeri Deliserdang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penyaluran kredit di sebuh Bank Cabang Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang tahun 2013.

Dari tiga orang itu dua di antaranya merupakan mantan Pejabat di Bank tersebut masing-masing HNH dan AS.

Keduanya merupakan Kepala Cabang Tanjung Morawa dan Kasi Pemasaran pada tahun 2013. Sementara satu tersangka lain yakni CY yang merupakan kreditur atau pengaju kredit.

Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Harli Siregar mengatakan dalam waktu dekat mereka akan melakukan pemanggilan terhadap tiga orang tersangka.

Disebut untuk hitungan sementara pihaknya ada melihat kerugian negara sebesar Rp 2,8 miliar dalam kasus ini karena kredit dilakukan dengan melanggar ketentuan. Diduga kuat antara tersangka satu dan tersangka lain sudah bersebahat.

"Seharusnya tidak boleh pencairan dilakukan karena tanpa agunan. Penetapan ketiga orang tersangka ini sudah melalui gelar perkara makanya dari proses penyelidikan naik menjadi penyidikan. Kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Kalau HNH masih aktif sekarang ini tapi sudah pindah (tugas) dan sementara AS sudah tidak aktif lagi,"kata Harli di ruang Media Center Kejaksaan Selasa, (23/4).

Harli yang saat itu turut didampingi oleh Kasi Pidsus, Afriz Chair dan Kasi Intelijen, Muhammad Iqbal menambahkan dalam kasus ini sudah ada 16 orang yang mereka pintai keterangan.

Selain itu, selama pemanggilan AS dan CY sama sekali tidak pernah hadir memenuhi panggilan karena tidak berada di tempat. Jika nanti AS dan CY dipanggil dalam status tersangka tidak juga hadir maka akan dilakukan penjemputan paksa.

"Kalau tidak ada juga akan kita buatkan penetapan DPO. Perlu juga teman-teman wartawan ketahui bahwa kita juga sebenarnya sudah melakukan penggeledahan di kantor Bank cabang Tanjung Morawa. Beberapa dokumen sudah kita sita dari sana dan akan dijadikan sebagai bukti," kata Harli.

Pada saat ini pihak Kejaksaan juga tengah bekerjasama dengan ahli dari BPKP Perwakilan Sumut. 

Pihak Kejaksaan masih menunggu secara pasti berapa jumlah kerugian negara dalam kasus ini.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved