Kejari Deliserdang Bidik PDAM Tirtanadi, Ada Selisih Kas Rp 10,5 M tak Bisa Dipertanggungjawabkan

Dugaan penyalahgunaan keuangan bisa diketahui setelah membandingkan antara rekening koran dan voucher.

Kejari Deliserdang Bidik PDAM Tirtanadi, Ada Selisih Kas Rp 10,5 M tak Bisa Dipertanggungjawabkan
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kajari Deliserdang, Hari Siregar (tengah) memberikan keterangan pers terkait sejumlah kasus yang tengah ditangani, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Negeri Deliserdang mencium adanya dugaan korupsi yang terjadi di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2018.

Saat ini pihak Kejaksaan pun sudah meningkatkan status perkaranya dari penyelidikan ke penyidikan. Meski demikian pihak Kejaksaan pun belum ada menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Harli Siregar menyebut peningkatan status perkara dinaikkan ke penyidikan lantaran diduga kuat ada tindakpidana korupsi.

Disebut ada dugaan telah terjadi penyalahgunaan uang kas sejak tahun 2015 hingga 2018.

Dikatakan ada selisih uang di kas sebesar Rp 10,5 Miliar lebih selama tiga tahun berjalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kasus ini kami masih lakukan pendalaman untuk mengetahui peran dari masing-masing orang yang kita duga bertanggungjawab. Tim penyidik belum menetapkan siapa-siapa yang jadi tersangka. Jadi dalam waktu dekat akan kita lakukan gelar perkara," kata Harli di ruang Media Center Kantor Kejaksaan Selasa, (23/4/2019).

Harli yang saat itu turut didampingi oleh Kasi Pidsus, Afriz Chair dan Kasi Intelijen, Muhammad Iqbal menambahkan dugaan penyalahgunaan keuangan bisa diketahui setelah membandingkan antara rekening koran dan voucher.

Artinya disebut lebih banyak yang yang dikeluarkan dari pada yang diminta. Saat ini untuk mengetahui berapa kerugian negara pihak Kejaksaan pun sudah bekerjasama dengan pihak auditur BPKP Perwakilan Sumut.

"Hitungan kita itu ada selisih sampai Rp 10.5 miliar setelah direkap. Seharusnyakan tidak boleh ada selisih seperti ini. Sampai saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi,"kata Harli.

Ditegaskan hingga saat ini belum ada pihak Kejaksaan melakukan penggeledahan di Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang ini.

Dulunya kantor Tirtanadi cabang Deliserdang berada di Tanjung Morawa, kini sudah pindah ke kawasan Percut Seituan.

Harli menegaskan penggeledahan baru akan dilakukan apabila memang sulit mendapatkan bukti-bukti dugaan tindakpidana korupsinya.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved