Bawaslu Buka-bukaan, 3 Camat dan 6 Lurah di Medan Diperiksa, Diduga Terlibat Serangan Fajar. .

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan mengaku telah memeriksa tiga camat dan enam lurah terkait Pemilu 2019

Bawaslu Buka-bukaan, 3 Camat dan 6 Lurah di Medan Diperiksa, Diduga Terlibat Serangan Fajar. .
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Komisi A DPRD Medan RDP dengan Bawaslu Medan terkait sejumlah masalah dan kecurangan pada Pemilu di Medan, Rabu (24/4/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan mengaku telah memeriksa tiga camat dan enam lurah terkait Pemilu 2019.

Pengakuan ini disampaikan Ketua Bawaslu, Payung Harahap, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi A DPRD Medan, Rabu (24/4/2019).

Keterlibatan para aparatur sipil negara (ASN) ini diduga terkait serangan fajar mendukung caleg tertentu.

"Sebenarnya sudah kita periksa tiga camat dan enam lurah. Beberapa ada yang datang, tapi gak ngaku. Mereka kami duga takut karena bakal dipidana dengan Pasal 55 (Korupsi), bukan Undang-Undang Pemilu," kata Payung Harahap.

Ketua Komisi A, Sabar Samsurya Sitepu, mengaku banyak menerima dan mengetahui adanya praktik serangan fajar.

Praktek bagi-bagi uang untuk mencoblos caleg itu disebutnya marak di Medan, namun tidak ada satupun yang berhasil ditangkap Bawaslu.

"Jangan seperti kentut, baunya tercium tapi gak ada wujudnya," katanya.

Pertanyaan lain yang dilontarkan Komisi A kepada Payung Harahap adalah sikap Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni yang dinilai mencampuri rapat pleno PPK Kecamatan Medan Helvetia.

"Sikapnya sangat arogan saat rapat pleno PPK Helvetia. Polisi sudah ikut campur ini," kata Ketua DPRD Medan Henry John Hutagalung.

Hal ini dibantah Payung Harahap, ia menyebut tidak ada temuan tindakan pelanggaran yang dilakukan kepolisian saat rapat pleno.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved