Gubsu Edy Rahmayadi Lantik 3 Bupati dan Wakil Bupati Secara Serentak

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik serentak Bupati dan wakil Bupati Deliserdang, Tapanuli Utara (Taput), dan Dairi di Aula Raja

Gubsu Edy Rahmayadi Lantik 3 Bupati dan Wakil Bupati Secara Serentak
Tribun Medan / HO
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik serentak Bupati dan wakil Bupati Deliserdang, Tapanuli Utara (Taput), dan Dairi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Nomor 30, Kota Medan, Selasa (23/4/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik serentak Bupati dan wakil Bupati Deliserdang, Tapanuli Utara (Taput), dan Dairi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Nomor 30, Kota Medan, Selasa (23/4/2019).

Mereka yang dilantik adalah Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar (Deliserdang), Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat (Taput), Eddy Keleng Ate Berutu-Jimmy Andrea Lukita Sihombing (Dairi).

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik serentak Bupati dan wakil Bupati Deliserdang, Tapanuli Utara (Taput), dan Dairi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Nomor 30, Kota Medan, Selasa (23/4/2019).
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik serentak Bupati dan wakil Bupati Deliserdang, Tapanuli Utara (Taput), dan Dairi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Nomor 30, Kota Medan, Selasa (23/4/2019). (Tribun Medan / HO)

Edy Rahmayadi mengatakan, para Bupati dan Wakil  Bupati yang baru dilantik agar bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik dalam rangka membangun anak bangsa, khususnya Sumut.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita perlu bekerja ke samping, ke atas dan ke bawah, kita berkoordinasi dengan baik. Sumatera Utara tak akan bisa disebut Sumut, kalau tidak ada Deliserdang, tidak ada Tapanuli Utara, tidak ada Dairi, inilah Sumatera Utara,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, pelantikan menggunakan sumpah dari 3 agama, yakni Islam, Kristen Protestan dan Katolik. Menurut Gubernur, hal tersebut merupakan kebetulan yang dapat disebut sebagai berkat Tuhan kepada Sumut. Meski begitu, ditekankannya, bahwa negara Indonesia bukanlah negara agama, namun tetap menjadikannya sebagai junjungan dalam menjalani kehidupan.

“Kita pastikan negara kita bukan negara agama, provinsi kita juga bukan provinsi agama,  kita bernaung pada falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kita sudah mengaminkan bahwa berbeda-beda tapi tetap satu juga, apapun agamanya,” ujarnya.

Terkait hal itu, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh masyarakat Sumut untuk berhenti berselisih antar sesama anak Sumut.

“Saya minta ini selesaikan semuanya, perselisihan antara kita di anak bangsa khususnya Sumatera Utara. Mari kita bersatu padu, kita berpegangan tangan dan kita bangun Sumut yang kita cintai ini,” ujarnya.

Dia juga berpesan kepada setiap pemimpin daerah yang baru dilantik agar melakukan amanah rakyat dengan disiplin. Dikatakannya, masing-masing pemimpin harus memiliki cita-cita menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Jadi bekerja, bekerja, sayangi rakyat, karena rakyat yang memilih, karena rakyat memimpikan hidup yang sejahtera,” katanya.

Halaman
12
Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved