Medan Lakukan Pemungutan Suara Ulang, KPU Deliserdang Jelaskan Hal ini

PSU itu dilakukan kalau Panwas TPS menemukan ada beberapa kriteria Indikator di dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 3 tahun 2019

Medan Lakukan Pemungutan Suara Ulang, KPU Deliserdang Jelaskan Hal ini
Tribun Medan/Indra Gunawan
Warga Desa Dalu X B Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, menunggu antrian di luar TPS 007, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang memberi penegasan bahwa hingga kini belum ada rencana untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu di Kabupaten Deliserdang.

Meski di Kota Medan pemilihan ulang sempat dilakukan namun untuk di Deliserdang belum ada sama sekali ada rencana untuk dilakukan hal yang sama. Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay mengatakan hingga kini pihaknya belum ada mendapat rekomendasi untuk dilaksanakan PSU tersebut.

"PSU itu dilakukan kalau Panwas TPS menemukan ada beberapa kriteria indikator di dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 3 tahun 2019 maka dia akan memberikan rekomendasi kepada KPPS dan KPPS lah yang meminta untuk dilakukan PSU itu. Sampai sekarang kita tetap kordinasi sama Bawaslu dan belum ada masuk permintaan PSU,"ujar Timo Kamis, (25/4).

Sesuai regulasi, lanjut Timo PSU hanya bisa dilaksanakan dalam jangka waktu 10 hari setelah pemungutan suara. Jika sudah melebihi batas waktunya sudah tidak dapat dilakukan lagi. Dijelaskan juga bahwa pihak yang harus menentukan apakah sudah sesuai dengan unsur-unsur dilakukan PSU itu adalah Panwas TPS. Karena dia berada di tempat dan dialah yang kemudian melaporkannya sama Petugas Pengawas Lapangan (PPL) dan selanjutnya dilaporkan ke Panwascam.

" Kan dia (Panwas TPS) yang harusnya bilang ada kejadian-kejadian seperti ini. Nah hasil pengawasan Panwas TPS diteruskan dan disimpulkan bahwa itu terjadi pelanggaran yang harus dilakukan PSU. Maka selanjutnya disampaikan kepada KPPS nya dan PPK untuk diteruskan kepada KPU. Hingga kini intinya kita belum dapat rekomendasi untuk dilakukan PSU,"kata Timo.

Meski hingga kini belum ada wacana untuk dilakukan PSU namun diakuinya penghitungan ulang sempat terjadi dibeberapa lokasi. Hal itu disebut hanya bagian dari koreksi karena adanya protes bukan karena adanya temuan Panwas dan lain-lain. Disebut pada saat rekap dilakukan ada yang dilihat ketidaksingkronan kemudian setelah dibuka Plano tidak menjawab dan dilakukanlah penghitungan suara ulang untuk surat suara yang ada.

" Terus terang juga kalau gangguan-gangguan tetap ada terjadi tapi temuan yang yang kejadian-kejadian dan dijadikan dasar PSU dan penghitungan ulang belum ada. Gangguan paling banyak ya salah tulis. Ada juga karena kondisi cuaca karena saat penghitungan kemarin ada yang kondisinya hujan lebat sehingga sedikit terganggu,"kata Timo.

Persoalan stamina juga disebut membuat faktor terjadinya gangguan. Disadari bahwa petugas KPPS juga sangat kecapean karena sebelum dilaksanakan pemungutan suara mereka sudah mulai bekerja mulai dari menyebarkan C-6, mendirikan TPS hingga menghitung suara. Dampak dari ini semua kemudian terjadi salah tulis dan salah hitung.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved