TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Menikmati Kuliner Non Halal di Kawasan Jalan Semarang Medan

Biasanya yang kami pesan itu Bihun Ikan, Mi pangsit, di sini enak Mi pangsitnya gak ada yang nandingi

TRIBUNWIKI: Menikmati Kuliner Non Halal di Kawasan Jalan Semarang Medan
Tribun Medan/Akhyar
TRIBUNWIKI: Menikmati Kuliner Non Halal di Kawasan Jalan Semarang Medan . Kodok Goreng di Kawasan Jalan Semarang. 

TRIBUNWIKI: Menikmati Kuliner Non Halal di Kawasan Jalan Semarang Medan

TRIBUN-NEDAN.com-Kawasan Jalan Semarang Kota Medan menjadi kuliner non halal di malam hari. Hal itu memang cukup dikenal karena konon sudah mulai ada sejak tahun 1960-an. 

Toni satu di antara dari warga Medan kerap kali datang ke kawasan jalan tersebut. Sebab, Ia menyukai sekali masakkan dari satu di antara stand yang berada di jalan tersebut.

"Kalau aku kemari kadang sama pacar dan keluarga ya, atau adik aku ya. Biasanya yang kami pesan itu Bihun Ikan, Mi pangsit, di sini enak Mi pangsitnya gak ada yang nandingi," ucapnya, Rabu, (24/4/2019).  

Salah satu anggota dari pedagang kuliner kawasan Jalan semarang tersebut, Santi, menjelaskan bahwa sejumlah pedagang yang berjualan makanan disini merupakan generasi kedua. 

Akan tetapi pedagang-pedagang tersebut masih tetap mempertahankan racikan bumbu yang sudah diciptakan orangtua mereka.

"Ya walaupun sudah memasuki generasi kedua di sini yang berjualan tetapi rasa dan khas itu tak beda. Kami masih menjag rasa dan kwalitas untuk konsumen," katanya. 

Dari pantauan Tribun-medan.com stand-stand makanan yang berjejer di sepanjang jalan Semarang, umumnya didominasi menjual Chines Food non halal. 

Sop Biawak di Kawasan Jalan Semarang Pusat Kuliner Non Halal di Malam Hari, Kota Medan, Rabu, (24/4/2019).
Sop Biawak di Kawasan Jalan Semarang Pusat Kuliner Non Halal di Malam Hari, Kota Medan, Rabu, (24/4/2019). (Tribun Medan/Akhyar)

Seperti, menjual aneka mie, daging, sea food. Makan yang paling diminati diantaranya Bihun ikan, mie tiong sim, bak kut the, liong tahu, nasi hai nam, nasi tim khas Medan, Nasi Sayur, Mie Pangsit dan Mie Hokkian. 

Tak itu saja, di stand-stand tersebut juga menyediakan menu ekstrim. Seperti daging ular, biawak, labi-labi, kelelawar, kodok, dan hewan lainnya. 

Kabarnya dari satu di antara pengunjung, Richard, mengatakan bahwa makan seperti daging ular, labi-labi atau menu ekstrim tersebut merupakan makanan yang memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan. 

 "Ya kalau daging ular itu bagus untuk penyakit kulit, tetapi kalau labo labi setahu aku ya untuk obat sesak nafas. Jadi menu-menu makanan begitu bisa memiliki khasiat untuk kesehatan," pungkas Richard.

(cr22/Tribun-medan) 

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved