Curigai Ada Pencurian Suara, Dua Anggota DPRD Deliserdang Melapor ke Bawaslu

Saat itu Edison Marpaung yang terlebih dahulu membuat laporan. Setelah Edison selesai, baru kemudian Said Hadi yang kemudian datang.

Curigai Ada Pencurian Suara, Dua Anggota DPRD Deliserdang Melapor ke Bawaslu
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Dua anggota DPRD Deliserdang, Said Hadi dan Edison Marpaung (baju putih) ketika berada di kantor Bawaslu Deliserdang Selasa, (30/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dua orang anggota DPRD Deliserdang membuat laporan ke kantor Bawaslu Deliserdang atas dugaan adanya pencurian suara dukungan, Selasa (30/4/2019).

Kedua orang dewan itu yakni Edison Marpaung dan Said Hadi. Keduanya saat ini merupakan Caleg dari Partai Demokrat dapil I dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil II Deliserdang.

Bukan sengaja janjian, saat itu Edison Marpaung yang terlebih dahulu membuat laporan. Setelah Edison selesai, baru kemudian Said Hadi yang kemudian datang.

Untuk meyakinkan Bawaslu saat itu beberapa bukti awal mereka bawa dan merupakan C-1 pembanding.

Saat diwawancarai Edison mengaku kalau saat ini dirinya ada kehilangan suara sekitar 148. Berdasarkan data yang dimiliki oleh timnya pencurian suara terjadi di 9 Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Lubukpakam. Dirinya berpendapat bahwa pada Pemilu tahun ini dirinya bisa mengantongi suara sebanyak 4.567.

"Kita juga sekarang ini punya C-1 pembanding dari tiga partai besar. Selain itu saya juga ada kelompok IT untuk menghitung suara di Kecamatan. Sekarang ini kondisinya, di satu sisi suara saya hilang dan disisi lain suara dari Caleg yang ada dibawah saya bertambah,"ujar Edison Marpaung.

Anggota Komisi A DPRD Deliserdang ini berharap agar Partainya tetap mendukung apa yang dilakukannya ini saat sekarang ini. Dianggap kalau hasil perolehan suara yang ia dapatkan pada Pemilu tahun ini jumlahnya dua kali lipat dari periode sebelumnya. Hal ini katanya sebagai bukti bahwa dirinya telah bekerja merebut hati rakyat.

Sementara itu Said Hadi mengatakan dirinya saat ini kehilangan suara sebanyak 21. Meski hanya segitu namun dianggapnya hal itu tidak boleh terjadi lantaran itu punya pengaruh. Dianggap kalau saat ini kondisi yang ia rasakan suara partainya juga telah berpindah ke salah satu Caleg yang ingin menyaingi suaranya.

"Hilangnya suara saya itu terjadi di Desa Gala Peta, Sumbul, Lau Rakit. Jadi bukan suaraku saja yang berubah tapi suara Partai pun berubah dan jadi bertambah besar suara yang lain,"kata Said.

Sebelum Edison dan Said Hadi yang membuat laporan adanya kecurangan dan pencurian suara, terlebih dahulu melakukan hal yang sama anggota DPRD Deliserdang, Rusmani Manurung. Mereka mengharapkan agar Bawaslu dapat mengungkap kasus pencurian dan penggelembungan suara ini.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved