Satgas P4GN Deliserdang Gelar Rapat Kordinasi dalam Rangka Pemberantasan dan Pencegahan Narkoba

Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula

Satgas P4GN Deliserdang Gelar Rapat Kordinasi dalam Rangka Pemberantasan dan Pencegahan Narkoba
Tribun Medan/HO
Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com - Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019).

Kegiatan rapat yang dibuka oleh Bupati Deliserdang diwakili Sekdakab Deliserdang Darwin Zein selaku pembina dan didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang  yang juga merupakan Ketua Satgas P4GN AKBP Drs Safwan Khayat M Hum,  Lalu, Kepala Bagian (Kaban) Kesbangpol Togar Panjaitan, Kasat Narkoba Polres Serdang, Kota Medan dan Pelabuhan Belawan selaku Wakil Ketua Satgas P4Gn dan dihadiri  satgas bidang- bidang  lainnya.

Sekdakab Deliserdang  Darwin Zein pada pembukaan Rakor ini menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota Satgas P4GN yang telah ikut berpartisipasi dalam rangka pemberantasan dan mencegah penyalahgunaan juga peredaran narkoba di daerah ini, khususnya di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019).
Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019). (Tribun Medan/HO)

"Ini sangat penting  karena Kabupaten Deliserdang, khususnya di daerah pesisir pantai sangat  berpotensi akan masuknya barang narkoba tersebut  ke wilayah ini. Untuk  menuntaskan masalah ini tentu harus dengan melakukan aksi pemberantasan. Satu diantaranya menjalin kerjasama dan kekompakan seluruh satgas bersama masyarakat, tidak dengan  sendiri- sendiri, karena ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama, sehingga   generasi  muda  kedepan  jauh dari pengaruh narkoba," ujarnya.

Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019).
Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019). (Tribun Medan/HO)

Kaban Kesbangpol Togar Panjaitan selaku Wakil Kertua menjelaskan, bahwa Satgas P4GN ini terbentuk berdasarkan Keputusan Bupati Deliserdang Nomor 47 A Tahun 2019, guna melakukan terobosan-terobosan baru dalam pemberantasan, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di daerah ini, dimana sampai saat ini belum bisa tertuntaskan bahkan   gerakannya terasa  belum maksimal. Padahal undang-undang pencegahannya telah diterbitkan sejak tahunb1997 atau 22 tahun yang lalu.

Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019).
Satgas Pemberantasan, Pencegahan Penyalah Gunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) Kabupaten Deliserdang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (30/4/2019). (Tribun Medan/HO)

Sementara itu, AKBP Drs Safwan Khayat M Hum menegasakan, bahwa latar belakang dibentuknya Satgas P4GN ini diantaranya adanya pernyataan Presiden RI Joko Widodo bahwa dalam setahun  meninggal 18 .000 orang  akibat narkoba.

"Coba bayangkan ini bukan angka kecil, sudah darurat  semuanya harus kerja sama karena kondisinya sudahbsangat darurat  kata Presiden  Joko Widodo," ucapnya.

Dijelaskan lagi bahwa jumlah penyalah gunaan narkoba sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang atau sekitar 2,10% sampai 2,25% dari total seluruh pendududk Indonesia yang berisiko terpapar narkoba di tahun 2014.

"Narkoba memiliki dampak ekonomi dan sosial, penyalahgunaan narkoba berimplikasi besar terhadap kesehatan dan kerugian sosial-ekonomi negara, sedangkan modus peredaran  dan jenis narkoba makin bervariasi dan memiliki teknologi baru," tegasnya.

Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved