Khawatir Makan Korban Lebih Banyak, Warga Meletakkan Kursi di Jalan Berlubang

Menurut keterangan warga sekitar Alexander Ginting, kondisi tersebut sudah terjadi beberapa bulan yang lalu.

Khawatir Makan Korban Lebih Banyak, Warga Meletakkan Kursi di Jalan Berlubang
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Dua orang pejalan kaki melintas di samping jalan yang berlubang di Desa Sukadame, Kecamatan Tigapanah, Karo, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TIGAPANAH - Jalan lintas penghubung antar Kecamatan Merek menuju Kecamatan Kabanjahe, kondisinya semakin memprihatinkan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian, terdapat di Desa Sukadame, Kecamatan Tigapanah.

Amatan www.tribun-medan.com, tepat di persimpangan desa tersebut, aspalnya tampak terkelupas bahkan berlubang. Selain itu, aspal tersebut terlihat digenangi air, yang membuat pengendara terkadang terjebak di lubang tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar Alexander Ginting, kondisi tersebut sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Namun, kondisi terparah terlihat semenjak dua bulan terakhir.

"Kalau berlubangnya sudah adalah beberapa bulan, cuma parahnya itu sekitar dua bulan ini. Apalagi air terus tergenang di situ, jadi makin rusak aspalnya," ujar Alexander, Kamis (2/5/2019).

Alexander mengaku, akibat dari rusaknya jalan tersebut, sering membuat pengendara terperosok. Dikatakannya, akibat tidak mengetahui adanya lubang di kawasan tersebut, banyak pengendara mobil yang mengalami pecah ban. Bahkan, pernah beberapa kali pengendara motor sempat terjatuh dan menderita luka yang cukup parah.

"Kalau dengar mobil pecah ban itu sudah sering lah, kadang tangah malam kami bantu untuk nyarikan tukang ban. Kalau yang naik sepeda motor, pernah sampai patah tulangnya," ungkapnya.

Melihat banyaknya korban yang diakibatkan oleh jalan tersebut, dirinya mengatakan warga sepakat untuk memasang tanda bahaya di depan jalan yang berlubang. Di sana memang terlihat, beberapa kayu yang disusun secara bertumpuk, dan di atasnya diletakkan bekas tempat botol minuman berwarna merah.

"Kamipun kasian juga kalau makin banyak orang yang jadi korban, makanya kami letakkan kursi di situ. Kadang kalau jatuh gitu jauh dia terpentalnya," ucapnya.

Seorang pengendara sepeda motor Hendri Setiawan, mengaku tindakan warga tersebut membantu para pengguna jalan. Terlebih, pada saat malam hari lubang yang digenangi air itu semakin sulit untuk terlihat.

"Kalau ginikan nanti yang lewat bisa hati-hati, biar enggak ada lagi korban yang jatuh di sini," ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Karo Ir Paten Poerba, mengaku pihaknya sudah menghubungi pihak Badan Jalan yang ada di provinsi. Karena melihat status jalan tersebut merupakan jalan nasional, yang menghubungkan antar kabupaten dan kota, bahkan provinsi.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU yang ada di provinsi. Sekarang mereka juga sedang proses survei, selain itu di Desa Raya juga sudah mulai dilakukan pelebaran," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved