Dari Ketidaksengajaan, dr Inaldo Harlim Kini Punya Empat Klinik Kecantikan

Karena ketidaksengajaan ia mampu merawat temannya dengan keluhan jerawat dan flek di wajah.

Dari Ketidaksengajaan, dr Inaldo Harlim Kini Punya Empat Klinik Kecantikan
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Director Albezits Klinik, dr. Inaldo Harlim (tengah) di Albezits Klinik Jalan Sei Besitang, Medan. Keistimewaan klinik ini mengggunakan sistem syariah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Bisnis kecantikan saat ini sangat menggiurkan.

Sehingga tidak heran banyak bermunculan klinik kecantikan di Medan dengan menawarkan treatment-treatment yang andal.

Tetapi bukan karena itu awal dr. Inaldo Harlim membuka klinik kecantikan. Namun karena ketidaksengajaan ia mampu merawat temannya dengan keluhan jerawat dan flek di wajah.

Dari mulut ke mulut akhirnya ia banyak pasien, dan Inaldo bertekad fokus menggeluti dunia kecantikan atau estetik dan kini memiliki empat klinik kecantikan di usianya yang masih sangat muda.

Diakui Director Albezits Klinik, dr. Inaldo Harlim, sebelumnya ia tak terpikir di bidang kecantikan tapi ia sama dengan yang lainnya mendambakan menjadi dokter bedah dan obgin.

"Dulunya saya sebenarnya bukan di bidang kecantikan tetapi sama dengan seperti anak-anak kedokteran lainnya yang impiannya menjadi dokter bedah dan obgin, tapi kenapa tiba -tiba saya kok larinya malah ke estetik anti aging.

Karena ternyata di dunia kecantikan khususnya estetik dan anti aging menjadi sorotan utama," ujar Inaldo di Albezits Klinik Jalan Sei Besitang Medan.

Ia mengatakan saat ini income dokter juga menjadi berkurang sejak hadirnya BPJS sehingga kurang menjanjikan. Tetapi ia mengaku bukan berarti ia tidak berminat dengan kedokteran bedah tetapi ada cerita yang membuatnya kecemplung ke dunia estetik.

"Awalnya saya bukan tipe orang yang suka perawatan. Dulu saat kuliah saya jerawatan, jadi saya mengerti gimana rasanya mengalami flek di wajah. Apalagi dulu saya pragawan, dari tahun 1998, saya sudah menjadi model profesional. Jadi pas kuliah di kedokteran saya jadi down, sepi job," ucapnya.

Lalu kakaknya di Jakarta yang kebetulan kerja di klinik kecantikan bidang apoteker dan membuat produk skin care menyarankannya  untuk menjadi dokter kecantikan. Waktu itu ia menolak karena ia mengimpikan menjadi dokter bedah.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved