Menyusuri Jejak Perang Dunia II di Papua, Sejumlah Tank Peninggalan Amerika Ditemukan

Lewat dokumentasi tersebut, Mac Arthur bersama resimen tim tempurnya mendaratkan tank-tank yang diduga berjenis artileri dan amfibi di sana.

Menyusuri Jejak Perang Dunia II di Papua, Sejumlah Tank Peninggalan Amerika Ditemukan
https://pesona.travel
Tank peninggalan Perang Dunia II di Tambrauw. 

TRIBUN-MEDAN.com-Nama Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, tercatat rapi dalam buku sejarah Perang Dunia II.

Wilayah yang berada tepat di ubun-ubun kepala burung ini menjadi saksi bisu pertarungan para tentara Amerika Serikat dan Jepang pada 1939-1945.

Dalam sinema dokumenter berjudul Invansion of Sansapor produksi Amerika Serikat, seorang jenderal yang memegang peranan penting untuk kompi Sekutu, Douglas Mac Arthur, diceritakan mendarat di Papua Barat. 

Salah satu landasannya ditemukan di Tambrauw.

Rekam jejak Jenderal Mac Arthur di Tambrauw terpatri juga dalam sebuah video WW II Public Domain dan disebarkan lewat YouTube. Unggahannya bahkan dapat dilihat sampai saat ini.

Lewat dokumentasi tersebut, Mac Arthur bersama resimen tim tempurnya mendaratkan tank-tank yang diduga berjenis artileri dan amfibi di sana.

Harta karun peninggalan tentara-tentara itu konon masih tertinggal di hutan tak bernama, di sebuah distrik berjuluk Bikar.

Dari situlah perjalan ekspedisi Pesona Travel dimulai. Misi perjalanan ini untuk mencari jejak tank peninggalan Perang Dunia II, di antah-berantah yang disinyalir merupakan surga tersembunyi itu.

Ekspedisi mencari harta karun dimulai dari titik nol. Para kawan ekspedisi memutuskan Sausapor sebagai titik awal penanda perjalanan itu.

Sausapor merupakan ibu kota sementara Tambrauw. Di sini pula kabarnya denyut kehidupan Tambrauw berdetak. Tentu, di sini juga resimen Mac Arthur konon mendaratkan pesawatnya. 

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved