Tradisi Tadarusan Massal di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Tetap Digelar meski Lebih Singkat

Formasi lingkaran bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren bukanlah institusi yang monoton.

Tradisi Tadarusan Massal di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Tetap Digelar meski Lebih Singkat
Tribun Medan/Gita Nadia Putri Tarigan
Para santri menuju masjid untuk melaksanakan tadarus ramahan massal sekaligus salat dzuhur berjamaah, Senin (6/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Meneruskan tradisi Bulan Ramadhan, para santri di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, tadarusan bersama sehabis salat dzuhur.

Wakil Kepala Bidang Pengasuhan Pesantren, Marnang Saing mengatakan, tadarusan bersama merupakan tradisi rutin.

Biasanya para santri membentuk formasi lingkaran. Setiap lingkaran terdiri dari 20 santri atau santriwati.

"Mengingat tahun ini, di bulan puasa para santri akan mengikuti ujian tulis, maka waktunya hanya 30 menit saja," katanya, Senin (6/5/2019).

Ia mengatakan, formasi lingkaran bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren bukanlah institusi yang monoton.

Selain itu, cara ini dipakai untuk penyegaran dan juga mempermudah giliran membaca sehingga proses membaca, menyimak, memahami, dan mengayati dapat berjalan lancar.

"Kami juga akan melaksanakan nurul quran yang biasanya kami adakan dipertengahan dan diakhir mendekati liburan," tuturnya.

Ia berharap semoga tahun ini keimanan dan ketaqwaan semakin ditingkatkan, sebab jika tahun yang ini lebih baik dari tahun lalu, maka tergolong orang yang beruntung.

Para santriPesantren Ar-Raudhatul Hasanah tadarusan, Senin (6/5/2019).
Para santriPesantren Ar-Raudhatul Hasanah tadarusan, Senin (6/5/2019). (Tribun Medan/Gita Nadia Putri Tarigan)

Pahala Berlipat 

Dian Thursina Gultom, santri yang sudah enam tahun berada di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, mengatakan tadarus Ramadhan senang menjalani tadarusan karena banyak manfaatnya.

"Sepengetahuan saya setiap huruf yang kita baca pahalanya dilipatgandakan 10 kali lipat karena bulan Ramadhan ini adalah bulan pengampunan. Jadi kita memperbanyak amal supaya mendapat banyak pahala," tuturnya.

Meski pada bulan puasa ini akan dilaksanakan ujian mulai tanggal 7 Mei hingga 20 Mei, ia mengaku siap.

"Saya berharap puasa tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Kepada semua teman-teman agar lebih semangat lagi, karena besok kami juga akan ujian kenaikan kelas, jadi sebagian besar waktu kami akan dihabiskan untuk beribadah dan belajar," tuturnya. (cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved