Liputan Khusus

Masuk SD Rogoh Kocek Rp 66 Juta, Sekolah Multinasional Dianggap Lebih Berkualitas

Di Medan, sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum internasional ini terus bertambah.

Masuk SD Rogoh Kocek Rp 66 Juta, Sekolah Multinasional Dianggap Lebih Berkualitas
Tribun Medan/HO
Suasana ceria di dalam kelas Singapore Intercultural School Medan. 

TRIBUN, MEDAN - Pendidikan berkualitas itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan.

Di sisi lain, tak sedikit pula orangtua yang rela membayar puluhan juta rupiah supaya anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sekolah multinasional atau nasional plus menjadi pilihan bagi orangtua berkantong tebal sebagai tempat pendidikan anak-anaknya.

Di Medan, sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum internasional ini terus bertambah. Antara lain Singapore Intercultural School, Sampoerna Academy, Chandra Kumala School, dan Sekolah Djuwita.

Biaya pendidikan di sekolah-sekolah swasta tersebut selangit. Untuk masuk sekolah dasar (SD) saja harus menghabiskan dana hingga Rp 66 juta untuk uang pembangunan dan lainnya.

Singapore Intercultural School (SIS) Medan yang mematok harga tersebut untuk siswa yang baru masuk SD.

Nominal itu untuk uang masuk SD semata. Sedangkan uang sekolah untuk primary satu hingga primary enam atau setara SD dibanderol Rp 5,5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

Head Teacher SIS Medan Michael R Singh mengatakan, biaya masuk siswa SD kelas 1-3 di SIS Medan Rp 66 juta, sedangkan untuk kelas 4-6 mencapai Rp 72 juta. Tarif itu dianggap wajar, karena SIS memberikan berbagai fasilitas berkualitas. Antara lain, empat kurikulum yang dipergunakan di sekolah tersebut.

"Pertama dari dinas pendidikan. TK sampai SD kelas VI itu dicampur dengan kurikulum Singapura dan Cambridge. SMP pakai Cambridge, lalu SMA ada IB (International Baccalaureate)," ujar Michael, pekan lalu.

Selain kurikulum, SIS menawarkan beragam fasilitas bagi anak didiknya. Sekolah yang terletak di Kompleks Royal Sumatra, Jalan Letjen Jamin Ginting Km 8,5 ini memiliki lingkungan yang hijau, sehingga memberi kenyamanan belajar bagi siswanya.

"Kami juga ada ruang berdoa dan fasilitas lainnya," katanya.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved