Tiga Hari Ramadan, Pemkab Karo Belum Sebarkan Aturan Jam Operasional Tempat Hiburan

Hendrik mengaku memang menurut pengalaman sebelumnya pihaknya selalu melakukan razia untuk menekan penyakit masyarakat.

Tiga Hari Ramadan, Pemkab Karo Belum Sebarkan Aturan Jam Operasional Tempat Hiburan
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kasatpol PP Karo Hendrik P Tarigan, saat ditemui di kawasan Kabanjahe, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Tiga hari memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo diketahui belum juga menyampaikan surat edaran mengenai aturan jam operasi bagi tempat-tempat hiburan malam.

Padahal, di beberapa daerah aturan seperti itu sudah mulai diterapkan.

Saat dikonfirmasi ke Kasatpol PP Karo Hendrik P Tarigan, dirinya menyebutkan pihaknya sudah melakukan pengajuan aturan tersebut. Namun, saat meminta persetujuan kepada Pemkab, dirinya sempat terkendala. Pasalnya, Asisten satu Pemkab Karo Suang Karo-karo, mengatakan jika hal yang mengenai aturan tersebut sebenarnya merupakan ranah dari Dinas Pariwisata.

"Sampai sekarang memang belum ada surat edaran kepada pengusaha hiburan malam, mengenai jam operasionalnya. Sewaktu akan kita ajukan mengenai rancangannya, tapi katanya yang bikin aturan seharusnya Dinas Pariwisata, kita bagian eksekusi saja," ujar Hendrik, Rabu (8/5/2019).

Hendrik mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut dirinya langsung mengonformasi kepada pihak Dinas Perhubungan. Namun, dirinya mendapat kabar jika Dinas Pariwisata belum ada mengajukan edaran tersebut.

"Waktu saya konfirmasi ke Dinas Pariwisata, mereka bilang kalaupun ada itu dari dinas yang di provinsi. Tapi hingga saat ini menurut pengakuan mereka, surat tersebut belum ada masuk," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, menurut informasi yang diterimanya sejak dulu hingga sekarang, setiap hari besar belum ada peraturan mengenai jam operasional. Dirinya mengaku, memang belum melakukan pendataan secara pasti tempat-tempar hiburan malam. Namun, dirinya mengatakan ada belasan tempat hiburan malam yang tersebar di Kabupaten Karo.

"Mungkin ada belasan tempat hiburan malam di sini, seperti cafe dan karaoke," katanya.

Saat ditanya mengenai aksi razia tempat hiburan malam, dirinya menyebutkan belum bisa memastikan kapan akan melakukan aksi tersebut.

Namun, Hendrik mengaku memang menurut pengalaman sebelumnya pihaknya selalu melakukan razia untuk menekan penyakit masyarakat.

"Belum pasti kapan, tapi dalam waktu dekat akan kita lakukan razia, seperti tahun-tahun sebelumnya ada satu atau dua kali kita lakukan razia pada bulan puasa," ucapnya.

Dirinya mengimbau bagi para pemilik tempat hiburan malam, agar harus menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan. Dirinya mengajak agar para pengusaha hiburan malam, untuk bisa menyesuaikan jam operasionalnya agar tidak mengganggu warga yang sedang beribadah.

"Jangan terlalu berlebihan atau bagaimana, kalau bisa ditutup sementara selama bulan puasa ini. Kita juga harus menghormati bagi rekan-rekan kita yang sedang melakukan ibadah," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved