Eksekusi Empat Tahun Penjara, KPK Bawa Analisman Zalukhu ke Lapas Tanjung Gusta

Terdakwa akan menjalani masa tahanannya selama 4 tahun penjara di blok tipikor bersama para tahanan korupsi lainnya.

Eksekusi Empat Tahun Penjara, KPK Bawa Analisman Zalukhu ke Lapas Tanjung Gusta
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
KPK membawa terdakwa kasus korupsi Anggota DPRD Sumut Analisman Zalukhu ke Lapas Tanjung Gusta, Medan, Kamis (9/5/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjebloskan terdakwa kasus korupsi Anggota DPRD Sumut Analisman Zalukhu ke Lapas Tanjung Gusta, Medan, Kamis (9/5/2019).

Seperti diketahui Analisman sebelumnya ditahan di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

Humas KPK, Febri Diansyah menyebutkan bahwa terdakwa dijeblokskan atas kasus suap persetujuan perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014.

"Hari ini telah dilakukan Eksekusi terhadap terpidana Analisman dari Rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur ke Lapas Tanjung Gusta. Eksekusi dilakukan setelah terdakwa divonis bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," tuturnya.

Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Tanjung Gusta, Pithra Jaya Saragih membenarkan bahwa terdakwa Analisman sudah dibawa ke Lapas sekitar pukul 15.00 WIB

"Benar, ada atas nama Analisman Zaluku jam 3 tadi tadi diterima bagian registrasi, terdakwa mengenakan rompi oranye KPK dan dibawa beberapa petugas," tuturnya.

Berikutnya, terdakwa akan menjalani masa tahanannya selama 4 tahun penjara di blok tipikor bersama para tahanan korupsi lainnya.

"Tetap di blok tipikor ditempat di mapin malin. Tetap sama dengan anggota DPRD yang lainnya. Selama Nulan Puasa, iyalah ini terdakwa korupsi yang pertama," pungkasnya.

Dalam perkaea ini, Analisman bersama 38 anggota DPRD Sumut tersangkut kasus tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan atau 2014-2019.

Mereka ke-38 anggota dewan itu diduga menerima hadiah atau janji dari ex- Gubernur Sumut Gatot Puji Nugroho.

Dimana, Gatot menjanjikan akan memberikan fee sebesar Rp 300 sampai Rp 350 juta kepada para anggota dewan itu terkait persetujuan laporan pertanggung jawaban Pemprov Sumut TA 2012-2014, kemudian persetujuan perubahan APBD Sumut TA 2013 dan 2014.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved