Jaksa Kejari Belawan Johannes Naibaho Bantah Minta Rp 10 Juta dari Keluarga Terdakwa

Johannes membantah dirinya ada meminta uang terhadap keluarga untuk mendamaikan kasus tersebut.

Jaksa Kejari Belawan Johannes Naibaho Bantah Minta Rp 10 Juta dari Keluarga Terdakwa
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Suasana sempat ricuh di Ruang Cakra 4 PN Medan, Rabu (8/5/2019). Sidang kembali ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Johannes tidak dapat menghadirkan saksi korban. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jaksa Kejari Belawan, Johannes Naibaho akhirnya buka suara usai dituding meminta uang Rp 10 juta dari keluarga terdakwa Endang kasus penganiayaan, kemarin, Rabu (9/5/2019).

Endang merupakan kakak dari para terdakwa terdakwa Mahattir Muhammad, M. Hanafi dan Rudi Wira Ganda dimana ketiganya didakwa melakukan penganiayaan.

Johannes membantah dirinya ada meminta uang terhadap keluarga untuk mendamaikan kasus tersebut.

"Kalau minta (uang) juga buat apa, orang ribut begitu dia. Kalaupun ada pembicaraanndari keluarga korban, angka begini-begini itu kan versi mereka, nah mereka itu kan berinteraksi sama keluarga korban nggak ada urusannya sama saya itu," tuturnya kepada Tribun, Kamis (9/5/2019) lewat sambungan selular.

Namun, ia membenarkan bahwa dirinya dimintai keluarga terdakwa untuk menjadi perantara perdamaian antara keluarga terdakwa dengan keluarga korban Abdul Mahmud.

"Kalau saya yaudah berapa pun yang kalian inginkan usahakan perdamaian udah mukulin anak orang itu aja dulu tangganya. Karena kalian mau mengikuti perdamaian yah nggak apa-apa nanti kita coba ditingkat kami coba mendamaikan kalian, cuman 2 juta, nggak salah, 10 juta, 20 juta. Dibilamg nggak ada pak kami, yah berapa pun yang kalian punya, kita usahakan bisa damai, begitu berkas nya duduk itu aja kerjaan saya," tuturnya.

Baca: Keluarga Terdakwa Teriak-teriak, Kesal Sidang Ditunda-tunda hingga Sebut Jaksa Minta Rp 10 Juta

Johanes juga menyebutkan bahwa dirinya tidak ada menerima amplop berlapis koran dari keluarga korban dan meminta agar keluarga terdakwa membuktikan dengan bukti otentik.

"Yah foto aja kalau memang dikasih amplop, ngendap-ngendap foto, susah amat udah kelar nggak usah pake omongan teriak-teriak. Kalau kami bukan hal yang baru digitukan, cuman tolonglah ini dari awal muka kayak malaikat datang baik-baik," tuturnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan alasan kenapa sidang ditunda karena saksi selalu tidak hadir dalam sidang.

nggak ngomong pak ini ada duit 2 jt, ngapain ngomong gitu ke saya

"Bukan semalam aja dari Belawan mau disidangkan ribut terus, nggak bisa di Belawan ku bawalah ke Medan, mensiasati mungkin jangan bocor lah persidangannya. Itu saksi nya udah dari jam 11 nunggu di pelayanan hukum. Begitu saya mau sidangkan, jam 4 mau saya telefon-telefon saksinya masa dibilang lagi dikarya, perkara-perkara dia yang mau disidangkan," tegasnya.

Terakhir, Johannes menjelaskan bahwa agenda sidang berikutnya masih dalam keterangan saksi.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved