Listrik Berulang Kali Padam selama Ramadan, Tokoh Ulama Asahan Datangi Kantor PLN Kisaran

Kedatangan para ulama tersebut untuk mempertanyakan langsung pemadan listrik yang melanda Kabupaten Asahan dalam dua hari terakhir.

Listrik Berulang Kali Padam selama Ramadan, Tokoh Ulama Asahan Datangi Kantor PLN Kisaran
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Sejumlah tokoh ulama Kabupaten Asahan mendatangi kantor PLN Rayon Kisaran, Jalan Sutomo Kisaran pada Jumat (10/5/2019) mempertanyakan soal pemadam listrik yang terjadi pada bulan Ramadan dalam dua hari terakhir. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Padamnya aliran listrik secara bergiliran di Kabupaten Asahan dalam beberapa hari terakhir di bulan Ramadan 1440 Hijriah membuat sejumlah tokoh ulama mendatangi kantor PLN Rayon Kisaran, Jalan Sutomo pada Jumat (10/5/2019).

Para tokoh ulama itu diantaranya Ketua MUI Asahan Ustaz Salman Abdullah Tanjung, mewakili kantor Kemenag Asahan Syamsul Bahri Manurung, Ketua Kelompok Penyuluh Agama Islam Ustaz Zulhaidir Pinayungan dan Ketua Persatuan Wakaf Indonesia Asahan Ustaz Nahrudin Fakir Batubara.

Kedatangan para ulama tersebut untuk mempertanyakan langsung pemadan listrik yang melanda Kabupaten Asahan dalam dua hari terakhir. Sehingga menggangu aktifitas masyarakat yang tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

"Biasanya, setiap tahun memang kami selalu kesini, untuk memastikan listrik tak padam selama bulan Ramadan. Ini permintaan para jemaah kepada kami, apalagi semalam kita ketahui listik padam saat sahur dan tarawih,” kata Ustad Salman, Jumat.

Hal sama diungkapkan Ustaz Abdurahman Rifai. Menurutnya kehadiran ulama ke kantor PLN Rayon Kisaran untuk meminimalisir kemungkinan adanya potensi kemarahan warga yang merasa terganggu ketika menjalankan ibadah dengan kondisi listrik padam.

"Banyak jemaah yang tanya kepada kami, ini kenapa asal Ramadan listrik sering mati. Jadi kami datang ke sini meminta penjelasan dan akan menyampaikannya hasil pertemuan ini kepada jemaah, agar menghindari salah paham," sebutnya.

Menyambut kedatangan para ulama Manager PLN Rayon Kisaran, Heryanto Siburian mennyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Kabupaten Asahan mengenai terjadinya pemadaman listrik dalam dua hari terakhir.

Ia menjelaskan pemadaman terjadi akibat defisit listrik di sejumlah pembangkit, seperti PLTU Nagam Raya dan Belawan.

"Sementara itu, untuk estimasi pemulihan jaringan membutuhkan waktu dua sampai tiga jam hingga mencapai tekanan normal. Itu yang jadi penyebab, kenapa setiap terjadi pemadaman berlangsung dengan durasi sampai tiga jam. Sementara untuk setiap kali pemadaman listrik, kami tetap berupaya dan memohon kepada area pengatur distribusi agar wilayah kita tak terkena dampak pemadaman," kata Heryanto.

Heryanto menambahkan, kondisi beban puncak listrik selama Ramadan biasanya terjadi menjelang malam dan makan sahur. Bahkan, ia menyebutkan pada Kamis (9/5/2019) sempat terjadi kekurangan daya sebesar 11 persen dari beban puncak yang mengakibatkan listrik padam.

"Kmi di PLN Rayon Kisaran saat ini sudah menyiagakan sebanyak 50 orang di empat unit area rayon kita, termasuk menyiagakan dua orang petugas di gardu hubung selama 24 jam. Gunanya bila sewaktu-waktu terjadi kerusakan kecil mereka bisa langsung mengatasinya," ujarnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved