Siap-siap, Becak dan PKL akan Segera Ditertibkan dari Lubukpakam

Akan kembali melakukan penertiban terhadap becak-becak yang berplat hitam sama seperti waktu sebelumnya.

Siap-siap, Becak dan PKL akan Segera Ditertibkan dari Lubukpakam
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Abang becak berjejer menunggu sewa di kawasan Kota Lubukpakam, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Kabupaten Deliserdang mulai kembali fokus melakukan penataan Kota Lubukpakam sebagai Ibukota Kabupaten.

Penataan dilakukan demi mempertahankan penghargaan bergengsi yang selama ini didapat seperti Adipura maupun Wahana Tata Nugraha (WTN).

Mulai dari Pemerintah Kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukima (Perkim), Dinas PUPR, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan melakukan rapat kordinasi dilantai II kantor Bupati Jum,at, (10/5/2019).

Setelah rapat kordinasi ini masing-masing instansi pun akan melakukan tupoksinya.

Informasi yang dikumpulkan dalam rapat kordinasi ini Pemerintah Kecamatan akan terus bertanggungjawab terus mengenai kebersihan lingkungan dengan dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu untuk Dinas PUPR akan melakukan pembenahan khusus untuk lampu penerangan jalan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan membantu dalam melakukan penertiban pedagang dan abang becak khususnya yang berplat hitam.

Kadis Perhubungan Deliserdang, Jannes Manurung mengakui bahwa pihaknya dalam hal ini akan fokus satu di antaranya adalah soal kendaraan roda tiga atau becak.

Ia menyebut ke depannya akan kembali melakukan penertiban terhadap becak-becak yang berplat hitam sama seperti waktu sebelumnya.

Disebut becak berplat hitam tidak boleh lagi nantinya untuk bebas melintas di kawasan area Kota Lubukpakam.

"Kalau berplat hitam ya memang tidak boleh (masuk kawasan Kota). Sekarang inikan kondisinya yang kita lihat, yang dibuat becak itu yang memang tidak pantas dijadikan becak. Beli kereta botot, lalu digandengkan (sama bak becak). Itukan tidak boleh seperti itu, yang dibejadikan becak itu yang memang pantas kendaraannya untuk becak, baru diurus platnya kuningnya,"kata Jannes Manurung.

Kadis Perkim Deliserdang, Khairum Rizal menyebut dinasnya dalam hal ini hanya mensupport saja.

Disebut kedepan mereka akan terus fokus pada bagian taman dan trotoar sehingga tidak ada lagi yang terkesan kumuh.

Keberadaan PKL yang ada di trotoar kedepan disebutnya tidak boleh ada lagi sebab semua pihak harus mendukung program pembenahan kota Lubukpakam sebagai Ibukota Kabupaten.

"Kalau untuk penertiban itu dilakukan setelah Ramadhan nantilah kan tidak mungkin juga dalam suasana sekarang ini. Jadi semua harus mendukung, intinya sampah jangan ada lagi berserak. Peran masyarakat juga saat ini sangat penting di sini. Jadi kalau masyarakat juga ikut mendukung program ini maka Adipura dan WTN itu bisa didapat," kata Khairum.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved