Menikmati Suasana Malam Desa Adat Ragi Hotang Meat di Bibir Danau Toba Serasa Kembali ke Masa Lampau

Berwisata ke Desa adat Ragi Hotang tentu pengunjung dimanjakan keramahan penduduknya. Selain itu, warga juga menyediakan Home Stay

Menikmati Suasana Malam Desa Adat Ragi Hotang Meat di Bibir Danau Toba Serasa Kembali ke Masa Lampau
TRIBUN MEDAN/Arjuna
Menikmati Suasana Malam Desa Adat Ragi Hotang Meat di Bibir Danau Toba Serasa Kembali ke Masa Lampau. Desa Adat Ragi Hotang Meat Kacamata Tampahan, Kabupaten Toba Samosir 

Menikmati Suasana Malam Desa Adat Ragi Hotang Meat di Bibir Danau Toba Serasa Kembali ke Masa Lampau

TRIBUN-MEDAN.com--berkunjung ke Desa Adat Ragi Hotang Meat Kacamata Tampahan, Kabupaten Toba Samosir pengunjung dapat menikmati sensasi berbeda dibanding berwisata ke tempat lain.

Desa adat ini berada sekitar 200 meter dari bibir Pantai Danau Toba. Desa tersebut direvitalisasi oleh Sianipar, untuk menopang parowisata Kawasan Danau Toba.

Menuju Desa Adat pengunjung hanya membutuhkan waktu singkat dari Kota Balige, atau sekitar 25 menit dengan kecepatan normal.

Untuk bisa tiba di Meat, wisatawan bisa menggunakan kendaraan empat, dan lebih efektif juga menaiki kendaraan roda dua sehingga dapat melihat pemandangan dengan leluasa sepanjang perjalanan.

Sepanjang jalan, pengunjung disuguhi panorama yang bagus. Tebing-tebing kaldera, hingga bentangan Danau Toba yang bisa terlihat hingga ke Pulau Samosir.

Berwisata ke Desa adat Ragi Hotang tentu pengunjung dimanjakan keramahan penduduknya. Selain itu, warga juga menyediakan Home Stay.

Home Stay ini tak kalah menarik karena dilengkapi ukiran dan ornamen khas Batak yakni, warna merah, hitam, dan putih yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak.

Aktivitas tenun bisa disaksikan langsung di halaman rumah adat yang menjadi atraksi budayanya. Pengunjung juga dapat menyaksikan keseharian petani dan nelayan di desa tersebut.

Uniknya, Home Stay yang bisa ditinggali ini bahkan rumah adat Batak Toba yang memiliki ciri desain yang baik. Di rumah panggung ini pengunjung bisa leluasa menikmati malam hari, serasa kembali ke Batak masa lampau.

Jika ingin lebih tau bagaimana keberlangsungam hindup warga, mulai dari mata pencaharian, bercocok tanam, atau kearifan lokal lainnya sebaiknya pengunjung tinggal lebih lama di desa tersebut.

Pengunjung, Andika Siboro berkunjung ke Meat katanya mendapat pengalaman baru. Melihat alam yang belum pernah dilihat serta merasakan sensasi berbeda.

(Jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved