Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Polres Karo Antisipasi Masyarakat Masuk Zona Merah

Setiap orang sudah dilarang memasuki zona berbahaya tersebut untuk menghindari jika sewaktu-waktu Gunung Sinabung kembali erupsi.

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Polres Karo Antisipasi Masyarakat Masuk Zona Merah
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Personel Polsek Simpang Empat, mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona merah, di Simpang Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Akhir-akhir ini, aktivitas Gunung Sinabung mulai kembali terpantau cukup tinggi.

Hal ini, terbukti pada satu minggu ke belakang ini yang sudah terlihat beberapa kali erupsi.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Sinabung telah menetapkan beberapa titik sebagai zona merah. Yang artinya, setiap orang sudah dilarang memasuki zona berbahaya tersebut untuk menghindari jika sewaktu-waktu Gunung Sinabung kembali erupsi.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang mencoba masuk ke wilayah terlarang itu, Polres Tanah Karo menempatkan personel di beberapa titik. Menurut keterangan Wakapolres Tanah Karo Kompol Edward Saragih, di setiap Polsek pihaknya menyiapkan 20 personel.

"Kalau tiap-tiap Polsek itu ada 20 orang, setiap hari mereka melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak masuk ke dalam zona merah," ujar Edward, di depan Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Kecamatan Simpangempat, Minggu (12/5/2019).

Edward mengatakan, patroli ke setiap wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah perlu terus diterapkan. Karena seperi diketahui, hingga saat ini status Gunung Sinabung masih awas level IV.

"Apalagi akhir-akhir ini aktivitas Gunung Sinabung semakin meningkat," katanya.

Edward menambahkan, untuk penanganan permasalahan Gunung Sinabung seperti erupsi kemarin, pihaknya menyiagakan sekitar 200 personel. Yang dibagi ke dalam beberapa bagian, seperti pembersihan menggunakan water canon, pembagian masker, dan penyuluhan kepada masyarakat untuk segera menjauh dari lokasi yang terpapar.

"Seperti kemarin dari Binmas kita kerahkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada. Kalau tidak erupsi seperti kemarin, yang piket itu memang kita kerahkan untuk mengontrol titik-titik zona merah," katanya.

Amatan www.tribun-medan.com, di salah satu perbatasan zona merah tempatnya di depan pintu masuk Lau Kawar, terlihat ada dua personel Polsek Simpang Empat yang sedang berjaga. Salah satu personel Aiptu R Pandia, mengungkapkan pihaknya setiap hari melakukan patroli ke berbagai titik.

"Kami menyisir setiap zona larangan, mulai dari simpang Lau Kawar, Dusun Sibintun, dan Kuta Tengah," ucapnya didampingi Bripka Alexander Peranginangin.

Saat ditanya perihal tanggapan warga, dirinya mengungkapkan ada sebagian warga yang menaati imbauan mereka. Namun, tak jarang ada juga masyarakat yang membandel untuk masuk ke zona merah.

Salah satu masyarakat yang masih sering membandel, ada dari kalangan petani. Dikatakannya, memang ada sebagian petani yang nekat untuk berkebun di wilayah zona terlarang. Namun, dirinya mengaku pihaknya hanya bisa memberikan imbauan dan menyampaikan sanksi yang akan diterima.

"Ada juga misalnya petani ini yang ladang kopinya susah mau panen, tapi kita setiap hari tetap sampaikan kalau zona merah ini dilarang untuk dimasuki oleh siapapun," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved