Pria ini Siksa Istrinya yang Hamil Hingga Keguguran Karena Tak Diberikan Uang
Pria itu selalu meminta uang pada istrinya, sementara sang suami hanya tinggal di rumah tanpa melakukan apa pun.
TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini, seorang wanita di Thailand menceritakan pengalamannya disiksa suami hingga mengalami keguguran.
Kisah yang diunggah di medsos wanita itu langsung mendapatkan perhatian banyak orang.
Menurut China Press, wanita berusia 36 tahun itu sedang bekerja di panti pijat, saat dirinya bertemu sang suami (sekarang).
Pria itu lebih muda 10 tahun dari dirinya. Saking senangnya bertemu pasangan, wanita itu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi ibu rumah tangga.
Tapi siapa yang tahu suaminya adalah pria malas dan menganggur? Wanita itu akhirnya bekerja kembali dengan kondisi hamil.
Pria itu selalu meminta uang pada istrinya, sementara sang suami hanya tinggal di rumah tanpa melakukan apa pun.
Baca: KISAH HARU, Artis Cantik Cinta Penelope, Dicerai Suami Usai Mengidap Kanker, Pasrah Ingat Kematian
Baca: Pembunuh Vera Oktaria Ditangkap di Bogor? Jawaban Polisi dan Indikasi Kekerasan Seksual - Sidik Jari
Baca: Aktivis Perempuan Sumut Desak DPR RI Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Sang istri menabung sejumlah uang untuk sang suami untuk memulai karir bisnisnya. Tetapi bisnisnya gagal, dan uangnya pun habis.
Karena tak ingin kehilangan uangnya lagi, wanita itu berhenti memberi sang suami uang hingga berujung pada pertengkaran dan dia akan memukulinya.
Baru-baru ini, pria itu sekali lagi meminta uang pada si istri. Tapi karena tidak mendapatkan jumlah yang dia inginkan, wanita itu dipukuli.
Kali ini cukup parah, hingga menyerang perutnya dan membuatnya pendarahan.
Wanita itu terbaring tak berdaya di lantai, dengan janin yang gugur.
Tepat setelah itu terjadi, wanita itu berusaha mengakhiri semua kekerasan yang sudah dia alami.
Ia mengambil foto kondisi luka dan janin yang keguguran, kemudian pergi ke rumah sakit.
Dilaporkan bahwa wanita itu memiliki dua anak, satu dengan mantan suaminya, dan satu dengan suaminya saat ini.
Kedua anak berada di rumah ibu mertuanya. Dia tidak dapat melihat atau menghubungi mereka selama berhari-hari, dan dia cemas tentang anaknya yang lebih tua.