Saya Tidak Kalah, Tapi Dikalahkan: Anton Sihombing Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen

"Saya yakin dan percaya saya tidak kalah, tapi dikalahkan. Siapa yang mengalahkan, akan tahu nanti," ujar Anton Sihombing.

Saya Tidak Kalah, Tapi Dikalahkan: Anton Sihombing Diprediksi Tak Lolos ke Parlemen
Tribun Medan/Indra Gunawan Sipahutar
Anton Sihombing di Bandara Kualanamu Senin, (13/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Politisi Partai Golkar, Anton Sihombing, diperkirakan tidak bisa mempertahankan jabatannya sebagai anggota DPR RI pada periode mendatang. 

"Saya yakin dan percaya saya tidak kalah, tapi dikalahkan. Siapa yang mengalahkan, akan tahu nanti," ujar Anton Sihombing ketika ditemui di Bandara Kualanamu, Senin, (13/5/2019).

Anggota DPR RI Komisi V ini menyebut sangat kecewa kepada penyelenggara Pemilu karena berbagai informasi tentang praktik politik uang dan laporan pengaduan para caleg belum ditindaklanjuti.

"Langkah hukum saya masih coba Surati Bawaslu Sumut dan saya akan ke Pusat hari ini untuk kordinasi sama Partai Golkar. Bagaimana pun ini persoalan internal Partai Golkar. Partai Golkar partai yang terbuka, partai senior dan patut jadi tauladan sehingga tidak akan mentolelir kecurangan-kecurangan. Akan menjunjung yang benar. Saya katakan seperti itu karena saya mulai lahir Golkar saya sudah di Golkar. Saya tahu tatakrama Golkar," kata Anton.

Seperti kejadian di dapilnya, ia heran mengapa dokumen yang terbuka dari C-1 bisa berubah ketika di DAA-1 dan DA-1. Ia yakin saat ini kecurangan dilakukan oleh oknum di TPP dan PPK.

"Paling masif saya lihat di PPS dan PPK. Mudah-mudahan apa yang saya alami jangan lagi dialami orang lain. Dan saya tidak akan tinggal diam karena saya tahu siapa lawan saya bertarung. Saya tahu kualitasnya, saya tahu siapa dia. Memang dia banyak temannya penyelenggara pemilu. Tapi apakah karena banyak itu harus dia dimenangkan?" kata Anton.

Ia menyebut akan melaporkan Komisioner KPU Asahan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Menurutnya KPU Asahan tidak mengindahkan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Bawaslu setempat.

"Bawaslu Asahan sebenarnya sudah merekomendasikan menunda penghitungan tapi terus saja dihitung sama KPU. Masif kali di Asahan ini, kami hitung-hitung di Asahan yang tadinya 19 ribuan jadi 23 ribuan suara (lawan politiknya). Dan sekarang masih saya pelajari lagi di daerah-daerah lain, saya rasa memang banyak kecurangan-kecurangan," kata Anton. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved