Timo Andalkan Berzikir Ketika Banyak yang Protes saat Pleno KPU

Saya sama Pak Mulianta ke Percut Seituan mantau, baru ibu Relis dan Syahrial ke Sunggal baru pak Ziaulhaq ke Tanjung Morawa

Timo Andalkan Berzikir Ketika Banyak yang Protes saat Pleno KPU
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay Senin, (13/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga saat ini KPU Deliserdang belum juga dapat menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilu tahun 2019 tingkat Kabupaten Deliserdang.

Dari 22 Kecamatan yang ada tinggal dua Kecamatan lagi yang masih proses penghitungan di tingkat Kecamatan yakni Kecamatan Percut Seituan dan Sunggal.

Kondisi ini terasa cukup melelahkan bagi penyelenggara termasuk Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay.

Ia mengaku akhir-akhir ini kurang tidur.

Banyaknya persoalan membuatnya harus lebih sering-sering lagi turun ke Kecamatan.

Baginya kantor merupakan rumah kedua sebab di kantor dirinya lebih banyak menghabiskan waktu mulai dari pagi hingga malam.

"Kami Komisioner itu sekarang pulang dari Kecamatan jam 2 malam. Sementara pagi jam 7 harus sudah bangun. Jadi biasanya setelah sahur dan selesai sholat subuh enggak ada hal lain selain tidur sampai jam 7 saja. Makanya sekarang ini jujur masih ngantuk sebenarnya," kata Timo ketika ditemui di ruang aula KPU Deliserdang Senin, (13/5/2019).

Saat ditemui itu, Timo baru saja selesai memimpin jalannya pleno untuk Kecamatan Tanjung Morawa. Karena waktu pleno bertepatan dengan bulan puasa ia pun menyebut harus bisa lebih sabar lagi. Ia mengakui kalau sebenarnya kondisi fisiknya juga sedang menurun.

"Kalau puasa tetap dan harus. Cuma sekarang ini kondisi tubuh ini kurang sehat karena sering pula jam 2 pagi kan. Kami sekarang ini posisinya bagi tugas masing-masing komisioner supaya bisa berjalan lancar. Saya sama Pak Mulianta ke Percut Seituan mantau, baru ibu Relis dan Syahrial ke Sunggal baru pak Ziaulhaq ke Tanjung Morawa,"ucap Timo.

Ibadah puasa ini membuatn Timo memang harus bisa lebih sabar menghadapi kondisi yang ada. Banyaknya protes dari berbagai kalangan menanggapi hasil Pemilu membuatnya harus rela menerima apa-apa yang diucapkan. Untuk menghadapi itu semua ia menyebut hanya banyak-banyak berzikir.

"Banyak yang protes ya banyak-banyak berzikir saya. Setelah itu baru baca peraturan untuk mengetahui mana yang bisa direspon mana yang tidak. Ketika tidak bisa direspon saya harus tegas dan kalau masih bisa ya kita beri kesempatan,"ucapnya.

Gadis yang sudah dua periode menjadi Ketua KPU Deliserdang ini mengakui kalau Pemilu tahun ini terasa cukup berat dan berbeda dari sebelumnya. Disebut hal ini lantaran surat suara lebih banyak dan jumlah TPS lebih banyak.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved