Wardan Mengaku Bunuh Malu Sembiring karena tak Diajak Memanen Cabai Rawit

Tersangka mengaku sakit hati terhadap korban karena gagal diajak memanen cabai rawit di kebunnya.

Wardan Mengaku Bunuh Malu Sembiring karena tak Diajak Memanen Cabai Rawit
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto gelar perkara pembunuhan tauke cabe, Senin (13/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Motif perampokan dan pembunuhan yang dilakukan Wardan Ginting (25) warga Dusun Bangun Mulia, Desa Belinteng, Sei Bingai, Langkat terhadap Malu Sembiring ditengarai permasalahan sepele.

Tersangka mengaku sakit hati terhadap korban karena gagal diajak memanen cabai rawit di kebunnya.

Di Mapolres saat gelar perkara, Senin (13/5/2019), Wardan Ginting mengaku menyesali perbuatannya.

Dia melakukan hal ini karena sakit hati dan ingin membuktikan bahwa korban memiliki ilmu kebal.

"Karena katanya dia ada ilmu kebalnya, kupukul pakai kayu enggak mempan," ujar Wardan di Mapolres Binjai.

Tersangka mengaku, uang tunai yang diambil dari saku celana korban senilai Rp 2.250.000. Dia juga dendam karena tidak diajak lagi memanen cabai di kebun korban

"Saya menyesal pak. Biasa saya yang diajak. Janjinya juga sama saya tapi kenapa orang lain diajaknya. Biasa saya dapat upah Rp70 ribu per hari upah manen cabai rawit. Setelah kejadian, saya lari ke Diski tempat kawan namanya Solihin. Semalam aja di Diski lalu ke Pekanbaru naik bus. Karena di sana (Pekanbaru) ada kerja, jadi sekalian saja," katanya.

Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto menjelaskan, awalnya tersangka dengan korban bertengkar mulut sehingga tersangka merasa kesal dengan korban, kejadian ini terjadi pada Selasa 7 Mei 2019. Lantaran tersulut emosi dan dendam, tersangka memukul kedua bahu korban menggunakan kayu bulat sepanjang 50 centimeter.

Saking kerasnya pukulan, kayu sampai terbelah usai dihantamkan ke bahu korban. Korban masih sempat berkelahi dengan tersangka menggunakan kedua tangannya. Saat tengah berkelahi ini, tersangka merebut sebilah parang yang terselip di pinggang kanan korban.

"Setelah menguasai parang, pelaku langsung menggorok leher korban di bawah kuping sebelah kiri. Kemudian korban masih melawan. Tersangka kembali mengambil sebatang kayu yang kemudian memukulkannya ke bagian dada korban hingga terjatuh," jelas Kapolres.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved