Cerita Dedi Dwi Putra Menggeluti Karir sebagai Dokter, Dosen sekaligus Petarung MMA

Pria 41 tahun ini mengajar sebagai dosen Fakultas Kedokteran di kedua universitas ternama tersebut.

Cerita Dedi Dwi Putra Menggeluti Karir sebagai Dokter, Dosen sekaligus Petarung MMA
TRIBUN MEDAN/IST
Dedi Dwi Putra (kiri). Ia dokter dan dosen sekaligus pelatih dan petarung MMA. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak ada yang menyangka sisi lain Dedi Dwi Putra, dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ternyata merupakan seorang pelatih olahraga beladiri campuran (Mixed Martial Arts).

Pria 41 tahun ini mengajar sebagai dosen Fakultas Kedokteran di kedua universitas ternama tersebut.

Kepada Tribun Medan, Dedi menceritakan awal mula dirinya menggeluti dunia tarung beladiri MMA seusai menjalani pendidikan tinggi di salahsatu universitas di Ibukota Jakarta.

"Jadi saya lihat di sana olahraga beladiri itu hidup. Peminatnya juga banyak. Makanya saya coba bagaimana caranya sepulang saya di Medan bisa dibawa ke Medan ini, olahraga beladiri-beladiri itu" ujar Dedi saat ditemui disela-sela kesibukannya sebagai dokter di RS USU Jalan dr Mansyur, Medan.

Artinya Dedi menjalani empat profesi sekaligus sebagai Dosen, Dokter, Pelatih dan petarung MMA. Diakuinya untuk menjalankan profesinya yang padat tersebut, ia melakukan manajemen waktu.

"Jadi saya ini, Dosen tidak tetap di UMSU dan dosen tetap di USU, sore-nya itu Dokter Radiologi sesuai spesialis saya dan malam itu kami latihan MMA, mulai dari Aikido, Judo, Muaythai, Brazilian Jiu-jitsu dan seni beladiri lainnya. Tiap malam beda beda menu latihannya ya," ujar ayah dari dua orang anak ini.

Di bidang kedokteran pun, Dedi tak hanya berdinas di RS USU, alumni S2 Fakultas Kedokteran UI ini juga berdinas di RS Adam Malik.

Sementara di bidang MMA, prestasi Dedi pun tak kalah hebat, ia berhasil meraih beberapa kali medali di beberapa ajang kompetisi beladiri di Jakarta baik di seni Brazilian Jiu-jitsu maupun Pekiti Tirsia Kali, seni beladiri asal Philipina.

Disinggung profesi yang dijalaninya bertolakbelakang dengan Pekerjaan yang lainnya, pria yang sudah menyandang status PNS ini hanya tertawa.

"Yah. Sebenarnya itu kan beda ya. Beladirinya kan dipakai olahraga bukan melukai orang lain. Kalau dokternya juga pengabdian, dan dosennya adalah upaya kita mencerdaskan generasi muda" ujarnya tertawa.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved