Nurleni Butarbutar Bidik Medali Emas di Pra-PON Perdana

"Target saya di Pra-PON semoga dapat tiket sampai ke PON Papua. Kalau untuk target medali, target saya emas," ujarnya.

Nurleni Butarbutar Bidik Medali Emas di Pra-PON Perdana
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Atlet Pelatda Muaythai Sumut, Nurleni Butarbutar usai menjalani latihan di Fightculture Training Camp Medan, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kali pertama masuk dalam tim pelatda Sumut untuk persiapan menghadapi Porwil se-Sumatera yang juga ajang Pra-PON di Bengkulu bulan November mendatang, memacu Nurleni Butarbutar untuk berlatih keras.

Atlet Muaythai kategori Putri yang bermain di kelas 54 kg tarung (fight) ini pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan bertekad untuk bisa meraih tiket agar bisa lolos ke PON Papua tahun depan.

Tak tanggung-tanggung, gadis yang akrab disapa Leni ini juga percaya diri dengan menargetkan mampu merebut medali emas di ajang kualifikasi PON tersebut.

"Target saya di Pra-PON semoga dapat tiket sampai ke PON Papua. Kalau untuk target medali, target saya emas," ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Saat ini dia menuturkan tengah menjalani program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) cabor Muaythai di Fightculture Training Camp di Medan. Bersama rekan-rekannya yang lain, Nurleni rutin menjalani latihan pagi dan sore.

"Kalau untuk dari segi teknik masih banyak yang perlu dibenahi. Fisik juga. Misalnya kalau untuk fisik latihan lari Itu pertama kita lari biasa jarak 100 meter, lalu 50 meter berikutnya main cepat sprint, baru 50 meter lari lagi kecepatan biasa. Itu juga untuk VO2 Max," terangnya.

Selama bulan Ramadan, atlet yang juga berhijab ini mengaku tetap menjalankan ibadah puasa sambil tetap menjalani latihan rutin bersama rekan-rekannya.

Karena itu, untuk menjaga fisiknya agar tetap prima, selain makan teratur, atlet muda kelahiran tahun 1996 ini mengaku rutin mengonsumsi susu, vitamin hingga kacang hijau.

"Ya biasa sih cuma kacang hijau di rebus pakai gula merah. Juga minum vitamin dan susu untuk tulang ," ungkap atlet asal kabupaten Asahan yang kini bergabung dengan Pengcab Muaythai Medan ini.

Lebih lanjut kata Nurleni, untuk bisa lolos ke PON Papua tentu perjuangan yang tidak mudah bagi dirinya. Apalagi di Bengkulu nanti jadi ajang Pra-PON perdana baginya. Dirinya pun tidak ingin meremehkan atlet tangguh asal daerah lain. Karena itu, giat berlatih adalah kunci utama bagi dirinya untuk bisa meraih juara.

"Kalau di porwil lawan tangguh belum tahu daerah mana, kalau Nasional ada dari Jawa Barat. Harapanku ya semoga perjuangan selama ini yang sudah capek yang sudah banyak menguras waktu, tenaga tidak sia-sia. Semoga menghasilkan," pungkas mahasiswi jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNIMED stambuk 2016 ini. (cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved