Tiang Listrik Terbawa Tebing Jalan Amblas Sebabkan Listrik Padam, Hanif: Kita Usahakan Segera Beres

Longsornya tebing tersebut dikarenakan kondisinya yang sudah tidak memiliki penahan lagi.

Tiang Listrik Terbawa Tebing Jalan Amblas Sebabkan Listrik Padam, Hanif: Kita Usahakan Segera Beres
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Petugas dari PLN ULP Berastagi melakukan perbaikan tiang listrik yang terbawa tebing yang amblas di Jalan Jamin Ginting, Sibolangit, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Setelah diguyur hujan sejak Selasa (14/5/2019) malam, dinding tebing di Jalan Jamin Ginting, tepatnya beberapa ratus meter dari Desa Doulu, dikabarkan ambles. 

Amatan www.tribun-medan.com, titik tebing yang ambles tersebut sekitar dua meter dari bibir jalan.

Menurunt informasi, longsornya tebing tersebut dikarenakan kondisinya yang sudah tidak memiliki penahan lagi. Pasalnya, di lokasi terlihat seperti bekas kerukan.

Akibat dari amblesnya tebing tersebut, beberapa tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Berastagi, ikut terbawa longsoran. Kepala teknisi perbaikan Hanif, mengungkapkan kejadian tersebut sekira pukul 02.00 dini hari.

"Dari tadi malam kejadiannya ini bang, ada sembilan tiang kita yang ikut ambles. Pengerjaan kita mulai dari tadi pagi sekira pukul 08.00 WIB bang, tapi kita ngeceknya dari pukul 02.30 tadi malam," ujar Hanif, Rabu (15/5/2019).

Hanif mengungkapkan, akibat dari jatuhnya tiang listrik tersebut, ada beberapa wilayah yang terkena imbas mati listrik. Dirinya menyebutkan, adapun wilayah yang terkena dampak adalah Desa Doulu, Desa Semangat Gunung, dan juga wilayah Kecamatan Sibolangit.

"Kecamatan Sibolangit keseluruhan padam bang, kalau yang di sini mulai dari simpang Doulu sampai ke Desa Semangat Gunung padam juga," ucapnya.

Dirinya menyebutkan, dari sembilan tiang yang ikut ambles empat di antaranya dilakukan perbaikan dan penggantian. Selain itu, dikarenakan kabel ada sebagian yang mengalami kerusakan maka akan turut diganti. Dikarenakan bibir tebing yang sedikit dirasa rawan, hanif menyebutkan mereka terpaksa mendirikan tiang sedikit mendekati bibir jalan.

"Inipun tiang kita agak rawan tempatnya, karena posisinya sudah enggak ada lagi, kalau kita agak ke luar ambles lagi takutnya. Inikan bambunya sudah dipotongi, jadi tanahnya enggak ngikat lagi, mungkin ini juga penyebabnya," katanya.

Dengan kondisi wilayah yang padam cukup luas, Hanif mengatakan pihaknya akan secepat mungkin menyelesaikan proses perbaikan.

Ia mengaku, menargetkan akan selesai sebelum tiba waktunya berbuka puasa pada magrib nanti.

"Kita usahakanlah sebelum buka sudah beres, nanti susah juga yang mau buka, udah gitu tadi ada juga masyarakat yang minta sebelum malam sudah beres, karena mau tarawih juga kan," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved