Bertemu Rektor USU, Gubernur Edy Rahmayadi: Pembangunan Sumut Butuh Peranan Akademisi

Banjir di Kota Medan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua kalangan, termasuk kalangan akademisi dari USU.

Bertemu Rektor USU, Gubernur Edy Rahmayadi: Pembangunan Sumut Butuh Peranan Akademisi
TRIBUN MEDAN/SATIA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima audiensi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu dan para guru besar USU, Kamis (16/5) di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara,  Edy Rahmayadi mengajak kalangan akademisi untuk terlibat membangun daerah.

Peran akademisi dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan Sumut menuju provinsi yang aman, sejahtera dan bermartabat.

Hal itu disampaikan Gubernur pada saat menerima audiensi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu dan guru besar USU, Kamis (16/5) di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

“Sumatera Utara membutuhkan peran akademisi, khususnya para guru besar untuk membangun Sumut lebih baik ke depan. Karena kita memiliki masalah yang sampai saat ini tetap menjadi persoalan yang semakin serius. Maka sangat penting pemikiran para guru besar untuk terlibat dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar Gubernur.

Menurut Edy Rahmayadi, permasalahan yang sudah bertahun-tahun belum selesai antara lain banjir  di Kota Medan. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua kalangan, termasuk kalangan akademisi dari USU.

“USU itu memiliki segudang ahli, mulai dari guru besar hingga para mahasiswa/mahasiswi yang berbakat, maka mari kita sama-sama pikirkan upaya apa yang harus dilakukan. Misalnya mulai dari sampah, bisa jadi ke depan Kota Medan yang menjadi ibu kota Sumut akan tenggelam,” ujarnya.

Berdasarkan temuan Edy saat menyusuri aliran sungai belum lama ini, masyarakat masih kurang peduli dengan kondisi lingkungan, ini terlihat dari banyaknya sampah di sungai. “Saya menemukan jumlah sampah yang sangat banyak, bukan hanya sampah, tapi lemari juga ada di bantaran sungai tersebut. Maka kondisi ini tidak hanya menjadi pemikiran pemerintah dan kalangan akademisi juga masyarakatnya,” ungkap Edy Rahmayadi.

Edy juga meminta kepada Rektor USU agar merekomendasikan para lulusan yang berprestasi dalam bidangnya, untuk mengabdi di Sumut. “Saya yakin para alumni USU banyak yang berprestasi, sangat saya butuhkan untuk terlibat dalam pemikiran membangun Sumut ke depannya dan tentunya akan diberi gaji melalui APBD Sumut. Sangat sayang rasanya mereka yang berprestasi tidak digunakan keahliannya untuk membangun daerahnya,” jelasnya.

Di kesempatan itu, Rektor USU Runtung Sitepu menjelaskan, pihaknya siap mengirim para sarjana yang berprestasi di bidangnya sesuai permintaan untuk kebutuhan Sumut.

“Banyak sarjana kita yang Cum Laude (terbaik) di bidangnya dan siap terlibat membangun Sumut ke depan, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menggunakan para lulusan di antaranya Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, maka kami siap mengusulkan para alumni USU untuk mengabdi ke Pemprov Sumut,” ujarnya.

Pada audiensi tersebut Gubernur didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset yang juga Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan M Fitriyus, Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis. Sedangkan Rektor USU didampingi sejumlah guru besar USU diantaranya Panusunan Pasaribu (Ketua MWA USU) dan lainnya. 

(cr19/Tribun-Medan. com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved