Ramadhan 1440 H

Charina Effany Masih Suka Kaget karena Waktu Puasa di Jepang Lebih daripada Medan

Malah membuatnya semakin bersemangat, apalagi saat Ramadan ia bisa bertemu dengan orang-orang muslim yang juga sedang menjalankan ibadah puasa.

Charina Effany Masih Suka Kaget karena Waktu Puasa di Jepang Lebih daripada Medan
TRIBUN MEDAN/Charina
Charina Effany Masih Suka Kaget karena Waktu Puasa di Jepang Lebih daripada Medan. Charina bersama teman-teman saat berbuka puasa di salah satu apartemen temannya. 

Charina Effany Masih Suka Kaget karena Waktu Puasa di Jepang Lebih daripada Medan

TRIBUN-MEDAN.com- Sudah Tahun kedua berpuasa di Yamanashi Ken, Koufu Shi atau Kota Kofu, Jepang ternyata masih sering membuat Charina Effany kaget.

Hal tersebut karena waktu berpuasa di sana yang lebih lama dibandingkan dengan waktu berpuasa di Indonesia seperti Medan.

“Di sini untuk imsak lebih cepat yaitu pukul 03.15 dan buka puasanya pukul 18.35. Agak lebih lama dibandingkan dengan Medan dan sudah mulai terbiasa namun tetap saja masih kaget, apalagi tahun pertama dulu,” ujar Charina saat dihubungi Tribun, Kamis (16/5/2019).

Ia menuturkan, walaupun begitu, tidak menjadi alasan untuknya tidak berpuasa. Malah membuatnya semakin bersemangat, apalagi saat Ramadan ia bisa bertemu dengan orang-orang muslim yang juga sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ramadan di sini ya sama seperti menjalankan hari seperti hari biasa, gak ada perubahan, gak ada yang jualan-jualan kayak takjil, gak ada yang adzan, imsak, banguni sahur pakai toa dan 

segala macam, namun saya sudah mulai menyesuaikan diri,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, yang juga menjadi menarik menunaikan ibadah puasa di Jepang adalah karena tempat ibadah seperti masjid yang sulit ditemukan, membuatnya dan orang-orang muslim lainnya akan berkumpul menjadi satu ketika Ramadan.

 

DOKTER ANI HASIBUAN DIPANGGIL POLISI? Fahri Hamzah Singgung Nama Jokowi di Media Sosial

Bupati Deliserdang Laksanakan Safari Ramadhan 1440 H di Pagar Merbau.

Walhi Merasa Berjuang Sendirian di Jalur Litigasi Terkait Izin PLTA Batangtoru

Tanggapi Manuver Prabowo Tolak Rekap KPU dan MK, Hendropriyono Bicara soal Kudeta!

“Kebetulan di tempat saya tinggal adalah kota kecil, dan tidak ada masjid hanya ada musala dan itupun hanya satu, jadi ya pada ramai-ramai kesana dan bertemu semua muslim dari berbagai negara yang ingin menjalankan ibadah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, awalnya juga sempat merasa aneh karena sulit mencari masjid dan jika ada masjid maka tidak boleh menggunakan pengeras suara seperti saat adzan.

 

HMI Sumatera Utara Minta Tak Gunakan Lagi Istilah People Power, Ajak Masyarakat Berpikir Positif

KABAR TERKINI THR dan Gaji ke-13 PNS Molor, Akhirnya Menkeu Sri Mulyani Tegaskan Tanggal Pencairan

Pria Asal Medan Tertangkap Sembunyi di Roda Pesawat, Pemerintah Mengaku Tak Bisa Menolong

Halaman
12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved