Pasukan Elite TNI AD dan AL Dikerahkan Tangani Rusuh Lapas Narkotika Langkat, Napi Setuju Negosiasi

Pasukan dari satuan elite Batalyon Raider TNI AD dan Batalyon Marinir TNI AL, juga dikerahkan ke Kecamatan Hinai untuk menangani kerusuhan tersebut.

Pasukan Elite TNI AD dan AL Dikerahkan Tangani Rusuh Lapas Narkotika Langkat, Napi Setuju Negosiasi
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Personel TNI dari Batalyon Raider-Marinir Siaga Pengamanan di Depan Hinai Kabupaten Langkat, Kamis (16/5/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Ratusan personel TNI turun tangan untuk menangani kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Langkat, Sumatera Utara.

Prajurit yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan, di antaranya personel Kodim Langkat 02/03.

Selain itu, pasukan dari satuan elite Batalyon Raider TNI AD dan Batalyon Marinir TNI AL, juga dikerahkan ke Kecamatan Hinai untuk menangani kerusuhan tersebut.

Baca: UPDATE SITUASI LAPAS HINAI LANGKAT, Ratusan Marinir dan Raider Siaga Pengamanan

Baca: Bupati Humbahas Tindaklanjuti Kasus PNS Kantor Camat Parlilitan yang Diduga Selingkuhi Kakak Iparnya

Baca: Deadline Turunkan Tiket Pesawat 18 Mei, Maskapai Bandel Bakal Dicabut Izinnya

Hingga Kamis (16/5/2019) malam, personel TNI tersebut masih dalam status siaga satu di sekitaran Lapas Narkotika Langkat.

Amatan tribunmedan.com, prajurit TNI bersenjata lengkap tersebut berkumpul di semak-semak rerumputan sejak waktu berbuka puasa.

Seorang anggota Marinir mengatakan, sebanyak 70 personel dari satuan elite TNI yang memiliki ciri khas baret ungu itu diturunkan dengan senjata lengkap. Sedangkan dari Batalyon Raider berjumlah 120 personel.

Baca: Ini Runutan Kronologis Pemberontakan Narapidana Lapas Narkotika Langkat

Baca: Prabowo Serukan Ada Kecurangan, 3 Oknum PPK Ditangkap Gelembungkan Suara Caleg Gerindra

Sejumlah TNI terlihat berjaga dengan patroli keliling lokasi lapas. Sebagian lainnya standby di gerbang dan pintu lapas yang sudah rusak dan bolong.

Dandim 02/03 Langkat, Syamsul Alam, menjelaskan pihaknya sempat diminta ribuan napi untuk bernegosiasi terkait protes dan tuntutan. Namun, poin-poin tuntutan itu disampaikan para napi kepada pihak Kemenkumham yang melakukan pertemuan secara tertutup.

Kondisi di Lapas Narkotika Langkat usai kerusuhan, Kamis (16/5/2019).
Kondisi di Lapas Narkotika Langkat usai kerusuhan, Kamis (16/5/2019). (TRIBUN MEDAN/RISKY CAHYADI)

"Tuntutan para napi tadi disampaikan kepada pihak Kemenkumham. Hingga saat ini tadi TNI dimintai bantuan. Jadi, untuk pengamanan akan berkoordinasi dengan Kapolda Sumut dan Kapolres Langkat," kata Dandim.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved