PDAM Tirtauli: Klasifikasi Ulang Tarif Rekening Air Bukan Naikkan Harga

Beberapa daerah di Kota Pematangsiantar mengalami krisis air bersih selama tiga bulan terakhir.

PDAM Tirtauli: Klasifikasi Ulang Tarif Rekening Air Bukan Naikkan Harga
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Warga Siantar mengantre untuk dapat air dari mobil tangki PDAM Tirtauli. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beberapa daerah di Kota Pematangsiantar mengalami krisis air bersih selama tiga bulan terakhir.

Daerah yang kekurangan air antara lain Jalan Viyathayudha, Kelurahaan Setia Negara, Jalan Farel Pasaribu, dan Jalan Sisingamangaraja. Daerah itu mengalami kasus air mati dengan waktu tertentu.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Kota Pematangsiantar mengatakan, krisis air bersih disebabkan umbul yang berada di Nagahuta berkurang drastis airnya.

Bersamaan dengan krisis air bersih ini , PDAM Tirtauli tengah melakukan reklasifikasi tarif rekening air sesuai dengan kelas ekonomi.

Kepala Bagian Humas PDAM Tirtauli Siantar Rosliana Sitanggang mengatakan petugas survei independen PDAM akan melakukan pendataan ulang.

Ada pun klasifikasinya yakni jenis sosial, rumah tangga (RT), instansi pemerintahan, dan industri. Untuk kelas sosial terdiri sosial umum I, sosial umum II, dan sosial khsusus. Untuk kategori rumah tangga (RT) ada kategori RT-1, RT-2, RT-3, RT-4, dan RT-5, serta hunian bersama.

Pengkategorian pelanggan Rumah Tangga (RT-1 sampai RT-5) disesuaikan dengan parameter rumah tangga yang ditempati pelanggan, yakni Luas tanah bangunan, dimana semakin luas akan semakin tinggi tarifnya, kondisi bangunan, dimana semakin mewah semakin tinggi tarifnya, luas tanah persil, lebar jalan depan rumah, kondisi lingkungan, tenaga listrik PLN yang digunakan, Penghasilan pelanggan, dan kelas PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Rosliana beralasan itu bukanlah kenaikan harga, tetapi menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan tahun 2013.

"Enggak ada naik harga. Sesuaikan dengan keadaannya. Jelas tidak ada kenaikan tarif. Contoh rumahnya itu wajarnya kelas RT 2 setelah itu berubah rumahnya. Atau dibuat tempat usaha. Dari pantauan itu lah kita buat (harganya). Kenaikann kelas tergantung di lapangan,"katanya, Kamis (16/5/2019).

Rosliana juga mengungkapkan siap menerima komplain dari pelanggan terkait dengan harga tarif air. Amatan tribun-medan.com, satu surat yang ditunjukkan kepada seorang pelanggan PDAM untuk mematuhi kenaikan kategori. Surat itu ditandatangani oleh Kapela Bagian Hukum dan Humas PDAM Tirtauli Rosliana Sitanggang.

"Dari delapan parameter tersebut akan dilakukan scooring atau penilaian untuk menentukan si pelanggan masuk kategori mana. Perubahan kelompok tarif yang telah dihitung PDAM akan diberitahukan kepada pelanggan dan akan dilakukan penyesuaian kelompok tarif apabila pelanggan tidak melakukan klarifikasi,"ujar rilis PDAM kepada wartawan.

Seorang warga, Bangun Pasaribu menilai PDAM tidak fokus terhadap pelayanan air. PDAM lebih fokus kepada tarif harga air sesuai dengan kelas ekonomi pelanggan.

"Sekarang aja aku mandi pagi harus ke rumah orang tua. Bukannya diperbaiki dulu pelayanan air bersih ke rumah warga. Ini harga tarif air yang dipikirkan,"ujarnya.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved