Polres Tanah Karo Musnahkan Sembilan Kilogram Sabu

"Jika diasumsikan setiap orang mengonsumsi sekitar 0,1 gram, maka dengan barang bukti seberat ini bisa merusak hampir 72.000 jiwa," ujar Benny.

Polres Tanah Karo Musnahkan Sembilan Kilogram Sabu
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Polres Tanah Karo memusnahkan barang bukti narkoba seberat sembilan kilogram, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Tanah Karo memusnahkan barang bukit narkoba jenis sabu seberat sembilan kilogram, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (16/5/2019). 

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, mengungkapkan melalui pemusnahan ini pihaknya melakukan tindakan dan pencegahan terhadap masyarakat yang nantinya terkena imbas dari narkoba ini. Dirinya menyebutkan, jika barang tersebut sampai ke masyarakat maka akan meracuni ribuan jiwa manusia.

"Jika diasumsikan setiap orang mengonsumsi sekitar 0,1 gram, maka dengan barang bukti seberat ini bisa merusak hampir 72.000 jiwa," ujar Benny.

Benny menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang para pelajar dari beberapa sekolah untuk menyaksikan pemusnahan ini. Dikatakannya, hal tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi kepada pelajar tentang bahaya narkoba. Selain merugikan orang lain, dampak barang haram tersebut juga berimbas kepada diri sendiri karena dapat terjerat hukum.

"Kami harap adik-adik bisa jadi agen untuk memberikan edukasi kepada teman-temannya agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkoba, karena mereka merupakan calon-calon penerus bangsa ini," ucapnya.

Barang bukti yang dibungkus di dalam delapan bungkusan itu, dimusnahkan dengan cara direbus menggunakan air panas. Sebelum dimasukkan ke dalam air panas, barang haram tersebut terlebih dahulu diuji keasliannya oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) cabang Medan.

"Setelah kita uji, seluruhnya terbukti mengandung bahan metamfetamin atau sabu," ujar Kasubid narkoba Laboratorium Forensik (Labfor) cabang Medan AKBP Zulni Erma.

Erma mengungkapkan, saat ini yang paling berbahaya dari penyebaran narkoba adalah tentang banyaknya sabu yang telah dicampur. Dirinya menyebutkan, saat ini para pengedar tidak hanya menyebarkan barang tersebut secara murni. Melainkan telah dioplos dengan berbagai bahan lainnya yang menyerupai sabu.

"Mungkin masyarakat yang menggunakan belum tau efek sebenarnya, karena sekarang yang beredar itu tidak murni, melainkan sudah dioplos. Biasanya dari murni itu satu kilo, kalau dioplos bisa minimal tiga kilo," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, jika efek sabu secara murni hanya menyerang psikis orang yang menggunakan. Sedangkan bagi sabu yang telah dioplos, nantinya akan turut merusak organ tubuh dari para pengguna. Karena seperi diketahui, penggunaan bahan kimia bagi tubuh terutama untuk konsumsi sangat membahayakan.

"Yang kita khawatirkan pengedar mebgoplosnya memakai tawas, dan soda api. Seperti soda api itukan berbahaya, semua bahan kimia itu sifatnya merusak," katanya. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved