Samosir Music International 2019 akan Digelar 2 Hari, Libatkan Sanggar Seni di Samosir

Berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya, konser musik kali ini akan dilaksanakan selama dua hari.

Samosir Music International 2019 akan Digelar 2 Hari, Libatkan Sanggar Seni di Samosir
HO
Samosir Music International 2018, beberapa musisi internasional saat di panggung membawa lagu batak, Minggu (26/8/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com-Samosir Music International (SMI) Tahun 2019 yang rencananya akan digelar 23-24 Agustus mendatang akan diisi artis-artis berbakat dari dalam dan luar negeri. 

Manager Project SMI, Henry Manik mengatakan, berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya, konser musik kali ini akan dilaksanakan selama dua hari.

"Ini kami rencanakan pagelarannya selama dua hari, 23-24 Agustus 2019. Pada hari Jumat dan Sabtu itu direncanakan headliner-nya akan diisi artis dari luar Indonesia dan juga dari nasional," katanya, Kamis (16/5/2019).

Menurut Henry, pelaksanaan di tahun ke-5 ini, SMI akan mengundang artis/band dari Jerman, Belanda, Malaysia dan tentu artis nasional dan kawasan Danau Toba.

"Sebagaimana biasanya yang menjadi sisi unik dari event ini adalah, semua artis yang dilibatkan nanti akan membawakan beberapa lagu Batak," katanya.

Sejak awal tahun hingga sekarang, sambung pria kelahiran Garoga, Pulau Samosir itu telah banyak melakukan pendekatan ke berbagai pihak, baik itu swasta maupun pemerintah.

Proses Pemilu 2019 baru lalu menjadi salah satu alasan sebagian pihak bersifat menunggu dalam memberikan dukungan. Hingga sekarang, Henry mengaku masih terus menunggu kepastian dukungan-dukungan tersebut.

"Walau kondisinya seperti itu dan waktu pun sudah semakin dekat, kami berusaha untuk tetap optimis. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dukungan-dukungan yang diharapkan bisa semakin jelas dan berharap nantinya semua bisa berjalan sesuai rencana dan sukses kembali," kata pria yang kini bermukim di Belanda itu.

Tahun ini, kata dia, SMI berencana melibatkan sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Samosir. Kemudian komunitas-komunitas Zumba untuk ikut memeriahkan event selama dua hari. 

"Seperti tahun lalu kita sudah mulai melibatkan komunitas Zumba. Di samping kegiatan seni dan budaya ini, kita akan mencoba membenahi penanganan kuliner yang lebih variatif dan menarik. Hal ini semua merupakan bagian dari bentuk pengembangan yang selalu kita pikirkan," tuturnya.

SMI merupakan salah satu kalender tetap Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir. Henry Manik dan Hermann Delago menjadi motor event ini sejak pertama kali hingga memasuki tahun ke-5.

Konser selalu digelar di kawasan Danau Toba, Tuktuk Siadong, Pulau Samosir. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved